Happy Reading❤️
Jngan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan comment ya🍃
.
.
.
.
.
.
.
Seperti sebuah burung yang sayapnya terluka, disaat terbang dengan indahnya justru tiba tiba jatuh terhempas kebawah. Membuatkku takut untuk bermimpi memilikimu.
-Neara
--
"Gadis cengeng!" Ali langsung menarik Neara kedalam dekapannya. Setelah kurang lebih satu bulan tidak memeluk gadisnya lagi membuat rindu Ali benar benar membuncah.
"Aku cinta kamu Ra" gumam Ali kecil bahkan sangat kecil. Tapi Neara dapat mendengar itu, setetes air mata jatuh dari mata indah gadis itu.
"Aku juga mencintai kamu, Ali"
--
Mobil milik Ali telah berhenti didepan gedung apartemen Neara.
"Mau aku antar sampai didepan pintu?" tawar Ali. Neara menatap dengan alis bertautan.
"Kamu gak balik ke apartemen ini?" tanya Neara. Ali menggeleng, "Untuk sementara aku tinggal dirumah Daddy. Sambil menunggu rumah yang aku siapkan selesai dibangun" jelas Ali
Neara mengangguk sembari ber oh ria.
"Ya udah. Aku masuk dulu ya. Kamu hati – hati pulangnya" pesan Neara, bibir gadis itu tidak henti tersenyum simpul, merasa hatinya lebih lega setelah berbaikan dengan Ali.
Ali mengusap sejenak puncak kepala Neara, "Jangan begadang. Wajah kamu terlihat lebih pucat"
"Siap bos" tidak lupa tangan Neara seperti memberi hormat kepada Ali, yang membuat pria itu terkekeh geli.
"Gadis gila!" ucap Ali,
saat kepala Neara menyembul dari kaca mobil yang Ali pikir hendak mengucapkan terima kasih sebelum pergi. Tapi justru jawaban gadis itu sangat menyebalkan.
"Cowok sarap!" ucap Neara membalas Ali sebelum benar benar pergi dengan berlari kecil meninggalkan Ali yang sedang tersenyum geli melihat gadis itu.
"Aneh. Kenapa gue bisa jatuh cinta pada gadis seperti itu. benar benar gila"
--
Pagi ini Neara nampak lebih bersemangat dari biasanya, senyum tidak pernah luntur dari bibir gadis itu.
"Kenapa nih pagi pagi udah senyum - senyum aja" celetuk Anggi, merasa penasaran dengan sikap Neara sekaligus gelisah takut akan apa yang dipikirkannya ternyata benar.
Prilly menggeleng kecil, sembari tangannya mengoles selai coklat kesukaannya pada roti tawar.
"Gapapa.. emang gue gak boleh gitu senyum senyum kalau pagi" jawab Neara diselingi kekehan kecilnya.
"Ya gak salah sih. Aneh aja wkwkwk" jawab Anggi.
"Iyalah bahagia, kan udah baikan sama pangerannya. Selamat ya, Ra" celetuk Vita yang sedari tadi memilih diam. Neara melotot kearah Vita, tapi kembali tersenyum geli saat mengingat kejadian semalam.
Jangan berpikir Neara bercerita pada Vita dan tidak bercerita kepada Anggi. Vita sendiri mengetahui itu karena ia melihat sendiri Ali mengantar Neara pulang kemarin, apalagi melihat wajah Neara yang berseri seri membuat Vita yakin Neara sudah berbaikan dengan Ali.
"Jangan sampai berantem lagi. Banyak pelakor berkeliaran, apalagi sekarang mulai banyak manusia yang kanibal sampai temen sendiri dimakan"
"Anjirrr. Apaan sih Vit ngaco lo mah" jawab Neara dengan tawa kecil khas dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romance(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
