Dilarang copy paste ya🙃
Jangan lupa vote dan comment man teman.
Ini masih lanjutan flashback yang kemarin ya say❤️
______
Saat hati berbicara. Tapi ego menolak.
-Ali
***Bolehkah Aku Mencintai?***
"Duduk li" aku mengangguk
"Aku mau minta maaf sama kamu. Karena dulu aku sempat menghilang tiba tiba" jelas Dona, sebenarnya aku tidak marah pada gadis ini, aku hanya sedikit kecewa dia menghilang apalagi dengan adanya kabar ia memiliki tunangan membuat hatiku cukup sakit.
"Selama ini kamu dimana?" Tanya ku
"A... Aku pindah ke luar negeri supaya mempermudah saat akan kuliah Disana" kenapa nada suara mya terdengar gugup.
"Lalu tunangan mu?"
"Tu... Tunangan? Hahaha aduh aku gak punya tunangan .. It.. Itu cuma gosip"
"Oh"
"Kamu gak marah kan Fi?, aku minta maaf"
"Hmm... Nggak aku gak marah" aku mengusap kepala nya pelan senyum di bibirnya mengembang, sepertinya dia gembira sekali mengetahui aku tidak marah dengan nya.
"Jadi kamu mau kan menerima perjodohan kita?"
Aku tidak langsung menjawab, ada keganjalan yang membuat aku tidak bisa langsung menerima. Aku memang masih menyayangi Dona. Tapi entahlah aku merasa sulit untuk menerima perjodohan ini.
"Akan aku usahakan" jawabku . Senyumnya sempat menghilang sebentar tapi tidak lama ia tersenyum kembali lalu berkata, "Tidak masalah, aku akan membuatmu cinta padaku Fian" dia mengedipkan sebelah mata nya aku terkekeh melihat gadis ini, memang dari dulu gadis ini sangat ceria dan menggemaskan.
***
AUTHOR POINT OF VIEW
"Dona sayang. Kamu mau Kemana?" Tanya Daniel, yang tidak lain adalah ayah Dona.
"Aku mau jalan bareng Fian pah hehe"
Daniel dan Vanaya tersenyum melihat anaknya itu bahagia.
Tapi tiba tiba Daniel teringat sesuatu, "Kamu harus ingat Dona, jangan sampai Fian tau tujuan kamu" Senyum Dona menghilang digantikan senyuman licik.
"Aku pastikan Fian tidak akan tau. Dan aku yakin dia sangat mencintaiku"
"Baguslah..."
"Ya udah aku pergi dulu ya pa" Daniel mengangguk. Dona pun pergi menuju tempat dimana ia dan Ali berjanji akan bertemu.
"Semoga anak kita selalu bahagia ya pa" ucap Vanaya, Daniel mengangguk, "Semoga saja"
"Bagaimana keadaan Neara sekarang pa" raut wajah Daniel seketika berubah sendu.
"Sampai detik ini aku belum bisa menemukan dia"
"Mama sangat menyesal pah. Andai kita mencegah dia.. Bagaimana keadaannya sekarang. Apa dia bisa bertahan hidup"
"Papa akan terus mencari dia. Papa yakin dia gadis kuat dia pasti bisa bertahan hidup"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romance(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
