Bolehkah Aku Mencintai?-Pencarian 1

1.4K 70 0
                                        

Jangan lupa vote & comment ya man teman :)



_______________
Pencarian 1
Aku tau harapan itu ada, dan akan selalu ada. Tapi aku juga tahu, semakin besar aku menaruh harapan, maka semakin besar pula kemungkinan harapan itu akan menghempaskanku ke dasar kekecewaan.

***Bolehkah aku mencintai?***


BACK TO PRILLY POINT OF VIEW

Entah sudah berapa lama aku menunggu di cafe ini. Namun, Ali tidak juga datang, sebenarnya mau apa pria itu, mengajakku bertemu saat jam makan siang, lalu sekarang? Entah kemana dia membiarkanku menunggu di cafe selama hampir 40 menit.

"Ah maaf aku sedikit terlambat" suara dibelakangku cukup membuat ku kaget. Dia langsung mengambil posisi duduk di depanku dengan wajahnya yang terlihat berkeringat, sepertinya dia melakukan lari maraton tadi.

"Apa kau sudah lama menunggu ku?" tanya nya

"Ya begitu... hampir 40 menit" ketusku

'Maaf.. aku benar – benar tidak bermaksud membuat mu menunggu begitu lama seperti ini" dia menggenggam tangan kananku, tubuhku menengang seketika seperti ada sengatan listrik yang menyengatku. Belakangan ini kenapa jantungku sering sekali berlomba setiap detakannya.

"Sorry, aku tidak bermaksud untuk... apa.. maaf" dia melepas genggaman tangannya pada tanganku, aku berusaha menetralkan detak jantungku yang semakin berlomba. Tapi sialnya tetap saja gagal.

"Ekhem" aku menatapnya sekilas lalu kembali menatap makanan yang aku pesan tadi saat menunggu nya.

"Sebelumnya apa kita bisa meninggalkan bahasa formal kita menjadi lebih santai" pinta nya . ah iya tentu saja, aku pun mengangguk.

"Gue perlu bantuan lo, Ra" aku mengernyit bingung.

"Bantuan apa?" tanya ku

"Mencari Sasya"

"Sasya? Adik lo?" Ali mengangguk.

"Beberapa hari yang lalu orang suruhan gue menemukan bukti tentang keberadaan Sasya. Gue tau.. harusnya memang gue minta bantuan dari adik gue Rian, tapi gue rasa untuk saat ini gue ingin menyelidikinya dulu, gue gak mau Rian kecewa kalau seandainya bukti ini menunjukan Sasya sudah benar – benar meninggal. Untuk itu Ra, gue perlu bantuan lo"

"Tapi kenapa harus gue li?. Karena akan lebih baik menurut gue lo ajak rian, dia pasti jauh lebih bisa membantu lo karena dia saudara lo lebih tepatnya saudara kembar Sasya" saran ku

"Gak. Gue gak bisa kasih informasi yang sangat minim ini ke Rian, gue takut dia kecewa, Sasya kabur karna gue, dan gue harus cari dia entah nanti gue harus ketemu sama dia dalam keadaan dia masih hidup atau sudah pergi"

"Iya gue bakal bantu lo. Tapi kenapa lo percaya sama gue buat bantu lo?. Sedangkan dulu lo pernah bilang, lo gak bakal biarin siapapun ikut campur urusan keluarga lo?" tanya ku heran

"Karena lo sahabat Rian. Dan gue percaya sama lo"

***

Astaga tempat seperti apa ini, kenapa Ali membawaku ke tempat sepi dan dipinggir jurang. Segala pikiran buruk mulai menggerayangi otakku. Apa dia akan membunuhku? Mendorongku ke jurang? Ah tidak! Singkirkan pikiran bodoh mu itu Neara Tapi kan? Bisa saja dia mau membunuhku karena aku yang sering mengumpat tidak jelas. Ah tapi ishhh. Lelah memikirkan hal konyol itu akan lebih baik aku menanyakannya pada Ali.

"Lo ngapain ngajak kesini?" tanya ku

"Ini lokasi tepat dimana taksi yang membawa Sasya kecelakaan dan jatuh ke jurang di bawah sana" ucapnya menatap kosong ke arah jurang itu. Aku melihat sosok lain dari Ali, dia terlihat rapuh, jauh dari sikapnya yang keras dan tegas saat di kantor.

Bolehkah Aku Mencintai(?)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang