Happy Reading🍃
Dilarang copas ya📝
Jangan lupa vote dan comment 💪
.
.
.
.
.
.
.
Sesuatu hal yang mengecewakan bukan tidak mungkin akan menghancurkan(?)
--
***Bolehkah Aku Mecintai?***
Anggi menatap kosong kearah gedung gedung tinggi yang terdapat Disana. Begitu padat. Saat ini gadis itu berada di balkon apartemennya. Menatap kosong ke depan entah apa yang gadis itu pikirkan.
Kesadarannya tampak kembali setelah suara Vita memanggilnya.
"Gi? Makan dulu yuk... Sesedih apapun lo, lo harus tetap pikirin anak lo" Anggi mengangguk, membiarkan Vita menyuapi makanan untuknya. Walau disuapan kelima Anggi meminta berhenti.
"Antar gue ke kamar" pinta Anggi, Vita mengangguk, ia mendorong pelan kursi roda Anggi, membawanya ke kamar untuk beristirahat.
Sepeninggal Vita dari kamar Anggi. Anggi masih terlihat melamun walau terkadang lamunan nya terganggu.
Anggi berusaha bangun dari kursi rodanya, merasa lelah hanya duduk saja. Namun belum ada satu langkah ia sudah terjatuh didekat ranjang saat akan duduk.
Setetes air matanya jatuh tak kala dirinya merasa kehidupannya benar benar hancur.
"Buat apa gue hidup. Buat apa?!" Suara lirih Anggi terdengar bergetar diikuti dengan isakan kecil dari bibirnya.
Anggi mengambil sebuah pisau buah diatas nakas. Perlahan ujung pisau itu berhasil menggores kulitnya hingga sebuah suara terdengar dibelakangag Anggi.
"Anggi lo ngapain?!"
Setelah itu tidak ada yang dapat Anggi dengar, karena pandangannya semakin buram hingga kesadarannya benar benar hilang.
***Bolehkah Aku Mencintai***
Ali duduk dihadapan laptop miliknya. Ia memegang flashdisk yang Neara berikan. Ia memasang Flashdisk itu pada laptop miliknya hingga terlihatlah 1 video yang tersimpan di flashdisk itu.
Ali mengklik video itu hingga terlihatlah wajah Neara yang tersenyum manis menghadap kamera.
"Hai Aliii... Hehe... Jangan Kaget Loh ya"
Ali tersenyum geli, gadis Itu terlihat menggemaskan saat terkekeh. Andai saja Neara berada didekatnya ia pasti sudah mencubit habis kedua pipi gadis itu.
Neara tampak memainkan pipinya sebentar sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.
"Eh aku makin tembemmmmm!! Wkwkwk.. Makin imut dong yah"
Gadis itu mengedipkan sebelah matanya, membuat Rindu Ali semakin membuncah.
"Dimana aku harus mencari kamu, Ra"
"Eh jadi melenceng gini Wkwkwk.... Aku mau bicara penting Ali.... Aku harap kamu masih bersedia mendengarkan aku.. Walaupun aku tahu kamu mungkin sangat membenci ku karena aku yang membuat kondisi Anggi drop"
Ali menggeleng, "Aku selalu bersedia mendengarkan kamu kapanpun itu!"
Terlihat gadis itu menghela nafas sebelum melanjutkan kembali videonya.
"Aku kecewa Ali. Sangat kecewa"
"Aku tau itu, Ra"
"Perihal banyak yang kamu sembunyikan dari aku. Yang pertama tentang tempat kak Dona dirawat, kedua mengenai Anggi dan ketiga mengenai kondisi ku"
Neara nampak terkekeh kecil, kekehannya kali ini tidak lagi membuat Ali gemas namun membuat Ali kembali merasakan rasa bersalah yang menyeruak di dadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romance(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
