Bolehkah Aku Mencintai?-Malam yang indah(?)

1.2K 74 1
                                        

Haiii❤️
Dilarang copas ya🍃
Selamat membaca🌴

Kini aku mulai mengerti. Apa yang harus aku pertahankan dan apa yang harus aku lepaskan. Terima kasih atas waktumu.

***Bolehkah Aku Mencintai?***

Ali menatap kearah Neara, saat gadis itu tengah asik berkutat dengan berkas dimejanya, mempersiapkan meeting tahunan di perusahaan ini.

Neara bukan tidak menyadari kehadiran Ali, dia sangat tahu ada orang yang sedaritadi memperhatikannya. Tapi sebisa mungkin Neara menepis itu dan fokus pada apa yang dikerjakannya. Bagaimanapun Neara harus profesional membedakan mana urusan pekerjaan dan mana urusan pribadi.

Ali menghela nafas kasar saat mengetahui Neara menghindari tatapannya. Sejujurnya Ali ingin menjelaskannya pada Neara. Tapi, ia sudah terlanjur berjanji tidak akan memberitahukan semuanya pada siapapun termasuk Neara.

"Tuan, meeting akan dimulai 5 menit lagi. Apa ada lagi yang harus saya siapkan?" suara lembut namun tegas itu menyadarkan Ali dari lamumannya. Neara, gadis itu tengah berdiri dihadapannya dengan tangan membawa beberapa map berisi berkas penting dan laporan perusahaan.

"Bagaimana Tuan?" ulang Neara, Ali membenarkan letak jas yang dikenakannya dan berkata, "Kamu hubungi komisaris perusahaan, karena beliau juga akan ikut andil dalam rapat kali ini"

Neara mengangguk, "Baiklah. Saya permisi" Neara sedikit membungkuk sebagai tanda hormat, Ali mengangguk sembari matanya tidak lepas memandang kearah gadis itu.

"Maafkan aku, Ra"

***Bolehkah Aku Mencintai?***

Komisaris perusahaan Mahendra's Group yang tidak lain adalah Gionatan Adirga Mahendra. Pemilik sekaligus pemimpin tertinggi perusahaan dan merupakan ayah dari Ali.

Ali menjabat tangan sang ayah sebagai bentuk profesionalitas didepan karyawan dalam ruang rapat.

"Selamat pagi semua" ucap Ali mengawali rapat kali ini.

"Pagi"

"Baik kita mulai ya. Seperti yang sudah kita tahu sebelumnya. Tiap tahun perusahaan ini akan mengadakan rapat tahunan yang dimana kita akan membahas tentang segala hal yang berkaitan dengan perusahaan, baik itu tentang kondisi keuangan perusahaan, perekonomian, laba/rugi, tingkat kepuasaan pengunjung, hingga kesejahteraan pegawai" tutur Ali sebagai awal jalannya rapat. Karyawan yang mengikuti pertemuan kali ini adalah para kepala pemimpin divisi diperusahaan.

"Saya sudah memeriksa hasil laporan tahunan yang dibuat oleh kalian. Dari semua itu, sebelum saya bahas apa saja kekurangannya, saya ingin kalian sejujur jujurnya menyatakan dalam rapat ini. Apakah ada kekeliruan selama setahun kalian bekerja?"

Beberapa kepala divisi menyatakan apa saja kekeliruan dan kejanggalan yang ditemukan selama setahun kinerja perusahaan. Dan semua permasalahan itu akan ditampung lagi oleh Ali selaku CEO perusahaan, dan akan mengevaluasi kembali sehingga itu dapat diselesaikan.

Gio, pria itu nampak bangga dengan cara kepemimpinan putra sulungnya itu. Gio membisikan sesuatu kepada Ali. Ali tampak menganggukan kepalanya lalu berkata kepada karyawan yang hadir, "Sebelum rapat ini berakhir. Komisaris Mahendra's Group akan memberikan informasi penting kepada kita. Sebelumnya terima kasih atas keikutsertaan Tuan Mahendra dalam rapat kali ini. Untuk waktu saya persilahkan"

Gio berdehem sejenak sebelum mulai bersuara, "Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa bangga saya kepada putra saya, Surya Alifian Mahendra. Saya tidak menyangka dia mampu membuat Mahendra's Group semakin maju"

Bolehkah Aku Mencintai(?)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang