Bolehkah aku mencintai? - bertemu (lagi)?

2K 105 1
                                        

Selalu ada saja takdir yang membawa pertemuan ini terjadi lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.

Bolehkah Aku Mencintai?

Aku menatap alarm diatas nakas yang berbunyi.. ternyata sudah Pukul 6 pagi, sebaiknya aku pergi memasak untuk sarapanku dan Anggi hari ini.

Aku hampir saja lupa. Bahan masakan dikulkas telah habis itu berarti aku harus kesupermarket dulu sekarang.
Lebih baik aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru pergi kesupermarket.

Aku menutup pintu apartemen perlahan, karena jika terlalu keras, takutnya akan membangunkan penghuni gedung yang lain.

Duk!!

"Awwww" pekikku sambil memegangi dahiku.

Aku mendongak dan menatap tajam orang yang telah menbrakku seenaknya ini.

"Lo?" aku menunjuk orang itu dengan geram.

"Lo tuh ya!! kerjaannya bikin gue kesellll mulu!!" ucapku padanya

"Apaan sih lo, lo-nya yang main balik badan!" jawabnya tidak terima

"Lo yang tiba tiba muncul didepan gue!, ya lo lah yang salah. Gimana sih!!"

"Terserah lo deh. Pusing gue!!" dia berlalu begitu saja dari hadapanku.

Astaga mengapa pagi pagi seperti ini ada saja yang membuat aku darah tinggi. Huftt.

***Bolehkah aku mencintai?***

Saat sampai disupermarket, hal pertama yang aku cari adalah bahan untuk membuat kue. Aku dan Anggi juga berjualan kue untuk membantu memenuhi kebutuhan kami. Apalagi sekarang aku tidak bekerja di club itu lagi. Aku kasian melihat Anggi harus bekerja seorang diri di club itu, tapi apa boleh buat. Aku sedang tidak bekerja sedangkan kebutuhan kami masih banyak, dengan terpaksa Anggi masih bertahan disana sembari mencari lowongan bekerja ditempat lain.

Pandanganku jatuh pada susu putih kotak di rak paling atas. Aku menghela nafas jengah, kenapa rak itu harus tinggi? Aku tidak akan bisa menjangkaunya melihat tubuhku yang memang berpostur mungil ini.

Aku meloncat loncat berusaha menggapai kotak itu taapi tetap saja tidak bisa.

"Ck.. disini gak ada pegawai kali ya!!" gerutuku

Tiba tiba saja aku merasakan ada seseorang dibelakangku. Yang aku kira adalah pegawai disini.

"Ya elah mbak, kenapa gak dari tadi aja coba" aku membalikan badanku menghadap orang itu.

"Loh?" aku kaget melihat orang dihadapanku ini. "Kenapa sih harus ketemu sama lo mulu" gerutuku kesal.

"Udah tahu badannya kecil. Kalau gak bisa ngambil itu minta tolong bukannya loncat loncat gak jelas kaya gitu" ucapnya lalu memberikan aku kotak susu itu dan melenggang pergi. Apa tadi dia mengataiku kecil?

"Dasar cowok sialan!!" aku mengumpat kesal.

***Bolehkah aku mencintai?***

Aku menaruh belanjaan yang super berat itu diatas meja. Aku melihat kearah jam tanganku. "Huftt... pukul 10" tidak terasa ternyata aku menghabiskan waktu 4 jam untuk berbelanja kebutuhan seminggu.

"Dari mana, Ra?" aku menoleh kesumber suara itu. "Habis belanja keperluan seminggu" jawabku.

"Mandi gih cepetan, habis itu pakek baju yang rapi ya, lo ambil aja dilemari gue rok selutut. Kalau kemeja lo punya kan?" aku mengangguk sebagai jawaban. "Memangnya mau kemana sih?"

Bolehkah Aku Mencintai(?)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang