HAIII
BUAT YANG TANYA KE AKU, KENAPA KOK UPDATE NYA GA TIAP HARI.
IYAAAAAAA
KARENA BOLEHKAH AKU MENCINTAI BAKAL TAMAT. JADI SENGAJA UPDATE NYA MOLOR WAKTUNYA😜😍
Haloha ges..
SEKEDAR INFO
FOLLOW YA IG
👇👇👇👇👇👇👇
sfystories.wattpad
.
.
.
.
HAPPY READING✔️♥️
.
.
.
.
.
Aku bahagia:)
.
.
.
.
.
.
.
Neara dan Ali saat ini tengah duduk di bangku taman hotel tempat dimana dilangsungkannya acara pertunangan mereka. Acara pertunangan telah usai kurang lebih 10 menit yang lalu. Didalam hanya tersisa keluarga mereka dan beberapa rekan bisnis yang masih ingin mengobrol.
Ali dan Neara sama sama diam keduanya hanyut dalam pemikiran masing masing. Neara, gadis itu tidak henti hentinya tersenyum daritadi. Senyum yang Ali benar benar sukai dari gadis itu.
Dugaannya ternyata salah, ia kira Ando adalah calon tunangannya. Tapi apa yang terjadi tadi benar benar melewati harapan Neara, ia sangat sangat bahagia malam ini.
"Senyum senyum aja em" goda Ali
Neara memukul pelan bahu pria itu. Gadis itu mendengus kesal, ia menatap Ali tajam, yang di tatap hanya menaik turunkan alisnya menggoda Neara.
"Kamu kemana aja Selama ini!! Kenapa kamu menghilang setahun!!!" Ketus Neara
Ali terkekeh pelan. Ia mengusap pelan kepala Neara, menatap wanita itu penuh cinta.
"Aku berobat sayang"
"Berobat?"
"Iya, luka bakar karena bom itu"
"Tapi.. tapi kenapa aku gak melihat kamu waktu aku cari ke dalam?. Dan kenapa keluarga kamu bilang mereka tidak tahu kamu dimana?"
"Sudahlah. Yang terpenting sekarang aku ada di depan kamu dan aku dalam keadaan sehat"
"Tap___"
"Sssttt... Aku gak mau bahas itu lagi sayang. Masalah itu sudah selesai. Kita cukup bahas masa depan kita" Ali mengedipkan sebelah matanya, menggoda Neara.
"Genittttttt!!!" Pekik Neara, ia memukul mukul bahu Ali. Yang di pukul hanya terkekeh pelan. Pukulan Neara bagi Ali tidak berefek apapun, sama sekali tidak sakit.
"Ssstttt" Ali memegang tangan Neara yang terus memukulnya tadi. Mata Ali memandang lekat kedua manik mata Neara.
Neara merasa tatapan Ali mengunci matanya. Ia tidak bisa melepaskan pandangannya dari Ali barang sedikitpun. Jantung Neara berdetak dua kali lebih cepat, bahkan ia rasa pasokan udara disekitarnya mulai menipis saat Ali entah sejak kapan sudah mendekatkan wajahnya kearahnya.
"Ali" lirih Neara menyebut nama pria itu.
"I Love You" gumam Ali, bahkan Neara bisa merasakan hembusan nafas Ali saat jarak mereka sedekat ini.
"Ekhem!!... Baru juga tunangan udah mepet mepet begitu, apalagi nikahan, ngelakuin yang iya iya pasti tuh"
Ali dan Neara sama sama menjauhkan wajah mereka saat suara celetukan kurang ajar itu terdengar dengan seenaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romance(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
