Bolehkah Aku Mencintai?-Neara Hilang!!-

1.1K 65 1
                                        

Happy Reading

dilarang copas wokeh sayang sayangku😳🥥

Kehilangan akan dirasakan oleh setiap orang. Karena jika ada pertemuan maka perpisahan sudah pasti menjadi teman akrabnya. Tapi kehilangan dalam waktu secepat ini membuatku tidak akan sanggup jika harus tanpamu.

-Ali

***Bolehkah Aku Mencintai?***

Entah kenapa Ali merasa gelisah saat ini. Membiarkan Neara pulang sendiri bukanlah hal yang benar. Tapi Ali tidak bisa berbuat apa, jika dia meninggalkan Dona sendiri disini, maka Ali ataupun Neara akan terkena masalah yang besar.

"Ih Fiannnnnn.. kamu ngapain diem aja sih.. aku tuh lagi nanya sama kamu nih bagusan yang mana bajunya, besok aku udah mulai kerja dikantor loh sebagai direktur masak pakai baju lama malu dong ish.."

"Ah iya... yang merah aja itu bagus kok" jawab Ali seadanya, Dona kembali menatap katalog yang dipegangnya.

"Masak iya yang merah bagus? Ah tapi bagusan biru ini Fi" jawab Dona

"Ya udah yang biru aja"

"Ah nggak... ini warna ungunya bagus nih, keliatan pas gitu sama aku"

"Kamu beli yang ungu aja Dona"

"AAA.. tapi semuanya bagus Fi"

Ali menghela nafas. Dasar perempuan, jika ingin membeli semuanya kenpa harus memberikan pilihan. Terlalu banyak kode padahal Ali bukan anak pramuka.

"Ya udah beli aja semuanya"

"Seriusan? Aaaaaa Fian baik banget sih. Love you" Ali hanya tersenyum kecut, entah kenapa pikiran Ali merasa perasaannya tidak nyaman. Apa terjadi sesuatu pada Neara? Ali tidak bisa berhenti untuk memikirkan gadis itu sejak tadi.

"Semoga kamu gapapa Ra. Perasaan aku tiba tiba gak enak"

***

Vita sibuk mondar mandir didepan pintu apartemen. Berulang kali dirinya menelfon Neara yang sampai detik ini belum juga ada kabar.

"Duh... kemana sih tu anak! Udah jam 11 malem gak pulang pulang, suka banget bikin orang khawatir"

Vita kembali mencoba menghubungi Neara

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di.....

"Duh !! gimana dong ini mah sekarang malah gak aktif"

Tidak berapa lama bel berbunyi, buru buru Vita membukakan pintu, ia pikir yang datang adalah Neara dan ternyata itu adalah Anggi, ah iya Vita hampir lupa kalau Anggi juga tidak ada dirumah, tapi sejak kapan wanita itu pergi?

"Anggi!!.. aduh gue kira lo Neara njir"

Anggi mengkerutkan alisnya, "Memang kenapa?" tanya Anggi sambil tangannya menutup pintu apartemen

"Si Neara jam segini belum pulang. Gimana dong nih?" ucap Vita

"Udah lo kayak gak tau si Neara, palingan sama Ali tuh. udah biarin aja. mending lo tidur gue udah ngantuk juga nih" jawab Anggi lalu masuk ke kamarnya.

"Bisa juga sih. Tapi gue kok masih khawatir banget ya"

"Duh.. ya udah deh gue tinggal tidur dulu aja, semoga besok itu anak udah pulang"

***

Saat pagi menjelang, Vita pikir Neara sudah kembali, tapi ternyata tidak ada tanda tanda bahwa gadis itu telah pulang. Anggi pun belakangan ini senang pergi pagi dan pulang larut malam. Lalu pada siapa Vita meminta bantuan sekarang.

"Ali?.. aduh kenapa gak daritadi aja sih Vit otak lo jalan. Tau gini kan mending daritadi aja hubungin si Ali... tapi berani gak ya? Ah coba dulu kali ya"

Vita mencoba mencari nomor telpon Ali, untungnya dia sempat menyimpannya. Panggilan pertama tidak diangkat. Panggilan kedua masih tidak ada jawaban.

Dipanggilan ketiga akirnya Vita bisa bernafas lega, karena Ali mengangkat telfon darinya.

Halo. Ini siapa?

Vita sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya, merasa sedikit aneh,

"Lah kok suara cewek sih" Vita merasa tidak asing dengan suaranya, tapi entahlah Vita sendiri lupa.

"Em maaf bisa berbicara dengan tuan Fian?"

Ada perlu apa?

"Ada yang harus saya bicarakan nona"

Apa itu?

"Maaf tapi saya tidak bisa mengatakannya"

Saya ini tunangan Fian. Saya juga berhak mengetahui masalah dia

Vita membulatkan matanya. Apa yang gadis itu bilang? Tunangan? Bagaimana mungkin?

"Maafkan saya Nona.. saya hanya ingin menanyakan teman saya Neara kepada tuan Fian, karena dia merupakan sekretaris dari tuan Fian"

Neara? Fian sedang sibuk. Kamu bisa menanyakannya pada orang lain

"Eh tapi..."

Tut.. tut..tut

"Lah si kampret dimatiin... mentang mentang tunangan si bos sombong amat"

"Atau gue telfon si Rian aja ya"

Vita mulai mencari nomor ponsel Rian. Untung saja dia mempunyainya, walau tidak begitu dekat tapi Vita mudah bergaul dengan siapa saja.

Riannnn!!

Buset.. santai Vit.. kenapa dah?

Neara Yan. Aduh gimana nih

Selowwww.. jelasin dulu ini kenapa? Si Ara kenapa?

Neara hilang yann!! Bantu gue cari dia

Heh ? jangan bercanda deh.. Lo yakin?

Anjir masak iya gue bercanda. Dari kemarin tu anak gak pulang. Buruan cepetan yan

Iya iya lo tunggu disana. Gue jemput sekarang

"Fiuhhh... untung ada si bocah kampret itu.. semoga lo gapapa, Ra. Jangan buat gue khawatir dong" gumam Vita.

***

"Bang!!!" sentak Rian pada Ali yang saat ini tengah berkutat pada pekerjaannya. Ali sedikit tersentak spontan menengok kearah pintu.

"Apa apaan sih lo, bisa santai buka pintunya"

"Lo liat Neara gak?" dahi Ali mengerut, "Maksud lo?"

"Ck.. bukannya kemarin lo pergi sama dia? Si Neara hilang bang.. dari kemarin dia gak pulang"

Mata Ali terbelalak, "Maksud lo dia gak pulang dari kemarin siang?"

Vita mengangguk, "ia tuan. Saya pikir dia keluar dengan tuan Fian. Dari kemarin hp nya gak aktif saya jadi khawatir"

"Shit!! Kenapa gak bilang dari tadi. Gue harus cari Neara"

Ali bergegas pergi meninggalkan ruang kerja. Pikirannya benar benar berkecamuk, ini semua salahnya, tidak seharusnya dia membiarkan gadis itu pergi seorang diri.

"RA. Semoga kamu tidak apa apa" batin Ali









____

hai hai

gimana:v semoga suka ya

jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan comment

selamat menikmati semoga menghibur

salam ayuk

#amatirITUAKU

Bolehkah Aku Mencintai(?)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang