Bolehkah Aku Mencintaimu?-Pilihan

1.2K 72 4
                                        

Happy Reading guys



Semoga menghibur ya..

.
.
.
.

Tau mengapa aku sangat menyukai senja? Karena itu membuatku dapat melihat indahnya pertemuan matahari dan rembulan. Sekaligus mengingatkanku tentang sebuah pertemuan yang hanya sekedar memperindah bukan mempersatukan seperti indahnya senja tergantikan oleh sunyinya malam menyisakan sang rembulan sendiri diatas sana.

***Bolehkah Aku Mencintai?***
.
.
.
.
.
Neara's Point Of View

Semua berjalan diluar kendaliku. Aku yang berusaha menepis sebuah rasa, namun aku juga yang terlena didalamnya. Sepeti sebuah kapas tenggelam diair, dia bisa saja tidak tenggelam mengingat beratnya yang ringan, tapi kapas tetaplah kapas dia terlalu lemah jika bertemu air yang membasahinya.

Aku sampai saat ini masih tidak menyangka dengan semua yang terjadi belakangan ini dengan hidupku. Mulai dari penculikan, penembakan, hingga hubunganku dengan pria itu.

Heh.. Jika bisa aku ingin egois. Egois mempertahankan apa yang aku miliki. Ya andai saja aku bisa egois, sayangnya aku terlalu takut. Takut menyakiti orang terdekatku, aku lebih memilih aku yang mengalah. Aku tau itu terlalu bodoh! Tapi aku rasa itu untuk saat ini aku tidak bisa egois.

Bukannya aku ingin berpura pura tegar. Bukan juga ingin menjadi malaikat yang seakan akan berkorban untuk menyelamatkan  semua orang. Tanpa mereka semua ketahui, aku jauh lebih dulu tahu mengenai apa yang mereka kira.

Flashback on

Saat itu saat mataku menangkap dua sejoli yang tengah berpelukan dilorong rumah sakit. Sejujurnya aku ingin menghampiri mereka saat itu. aku yakin saat itu Anggi melihatku, hanya saja gadis itu mengalihkan pandangannya. Tapi entah mengapa langkahku tertahan. Aku lebih memilih mengawasi mereka dari kejauhan, melihat semua yang mereka lakukan dalam diam, hingga bayangan sosok mereka hilang dibalik tembok koridor rumah sakit.

Aku masih dilingkupi kebingungan saat itu. Ali pria yang belakangan ini berhasil masuk dalam kehidupanku, menyeretku dalam warna warna baru kehidupan yang indah, baru saja usai mendekap seorang gadis yang tidak lain adalah Anggi, sahabatku sendiri.

Bagaimana bisa Anggi yang aku ketahui selama ini hanya sekedar kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan Ali, bisa sedekat itu sekarang?

Apalagi saat mataku menangkap sebuah tulisan yang tertera didepan ruangan tempatku melihat mereka berpelukan.

Dokter Kandungan?

Pikiranku melayang pada kejadian saat aku membereskan kamar dulu. Testpack yang aku temukan saat itu masih aku simpan dikamarku. Dokter kandungan? Testpack? Kedua hal itu tertuju pada satu nama.

Awalnya aku memang tidak yakin, tapi rasa penasaranku jauh lebih kuat dari itu. aku menemui dokter itu, menanyakan tentang apa yang ingin aku tanyakan. Tidak banyak hanya bertanya nama pasien yang melakukan pemeriksaan dan usia kandungannya.

Beruntung aku bisa membujuk dokter yang aku ketahui bernama dokter Fara. Dia memberitahuku tentang nama pasien yang baru usai melakukan pemeriksaan.

"Namanya Anggi. Dia tadi usai melakukan pemeriksaan pada kandungannya yang sudah menginjak usia 3 bulan"

Flashback off

Saat itu aku cukup terkejut. Pasalnya yang aku tahu Anggi bukanlah tipe perempuan yang senang melakukan one night stand dan sebagainya. Pikiranku mulai bercabang, memikirkan siapakah ayah dari anak yang dikandung Anggi.

Bolehkah Aku Mencintai(?)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang