happy reading..
tinggalkan jejak berupa vote dan comment.
terima kasih....
------
semua harapan lagi lagi membawa kekecewaan :)
***
Sasya mengerjapkan matanya, kepalanya terasa berat, rasa sakitnya melebihi sakit yang sebelumnya.
"Syukurlah anda sudah sadar nona" ucap dokter
"Sa.. saya dimana?" tanya Sasya
"Anda berada di rumah sakit nona, beberapa warga membawa anda dan teman anda kemari" jelas dokter
Sasya kembali teringat akan gadis yang dibantunya tadi, bagaimana keadaan gadis itu sekarang?
"Di.. dimana ga..gadis itu. a.. apa dia baik – baik sa..saja?" ucap Sasya terbata
Sang dokter terlihat menghela nafas kasar, "kondisinya kritis, dia mengalami benturan keras dibagian pinggang, sehingga salah satu ginjalnya mengalami kerusakan" Sasya terkejut mendengar itu. apa yang akan dia katakan pada keluarga gadis itu.
Tunggu! Anak, ya anak Sasya, kenapa Sasya tidak merasakan kehidupan di dalam perutnya, seperti yang ia rasakan beberapa hari ini.
"Dok.. anak saya? Gimana keadaan anak saya, apa dia baik baik saja didalam sana?" tanya Sasya
"maafkan kami nona" ucap dokter
"mak...maksud dokter apa? Kenapa anda meminta maaf, saya ingin tau keadaan anak saya, bukannya mendengar permintaan maaf anda" ucap Sasya , suaranya memang lemah, namun nada suaranya terasa mengintimidasi.
"janin di perut anda tidak bisa kami selamatkan nona, anda mengalami pendarahan hebat, dan sangat terpaksa kami harus melakukan tindakan kuret"
"Ap.. apa? Anak saya meninggal?.. gak! Ini gak mungkin, gakkkk! Dokter bohongkan? Iya kan dok. Jawab dok" ucap Sasya mulai histeris.
"Maafkan kami nona"
"Anakku" lirih Sasya
Gadis itu benar benar terpukul dengan kabar tersebut, janin yang menjadi satu satunya tujuan hidup Sasya kini sudah tiada. Sasya benar – benar menyesal, seharusnya dia tidak perlu kabur, jika tidak maka bayi malang yang tidak berdosa itu pasti akan selamat.
Tiba – tiba Sasya teringat satu hal, "Dok?"
"Iya nona?"
"Sa... saya ingin mendonorkan ginjal saya untuk gadis itu" pinta Sasya tiba – tiba
"tapi bagaimana dengan kondisi kesehatan anda nona?"
"Saya mohon dok, saya mempunyai kesalahan yang besar pada gadis itu" mohon Sadya
Dokter itu pun mengangguk terpaksa.
***
"Dok,, kondisi pasien yang bernama Arumi gadis yang bersama nona Sasya harus sesegera mungkin dilakukan operasi' ucap suster yang merawat Arumi, gadis yang ditolong oleh Sasya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romansa(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
