"Purple Café jam 19.30. Malam ini temani ketemuan sama Kinara, list penilaian saya kirim via e-mail. E-mail kamu?"
April mengintip pesan di ponselnya. Rekam medis pasien rawat inap masih tersisa 3 yang belum dikerjakannya. Sekarang sudah jam 17.00. Arggg.... Bos Arkan menambah kerjaannya malam ini.
Kalau nggak ingat dia mau balas budi, sudah lama dia blokir No Hp Arkan. Diketiknya singkat akun e-mailnya. Belum ada 5 menit, pesan kedua datang.
"Sudah saya kirim. Tolong dicek ya."Hm... nanti saja deh dibuka kalau sudah selesai periksa pasien.
April menyelesaikan tugasnya, sampai tiba waktu operan jaga dengan Gadisa, mereka mengunjungi kamar rawat pasien yang memerlukan pengawasan ketat.
Suara ringtone Law kana bainanal habib-Sabyan, melantun merdu dari saku jas putihnya.
Begitu melihat nama cucu Oma di layar HPnya, wajah gadis itu pucat seketika.
"Disa, aku ganti baju jaga dulu ya. Ada janji sama teman."
"Cowok?"
"Hehe.. Kepo aja deh," April tertawa tipis sementara Gadisa masih penasaran.
April menyetop taksi yang kebetulan melewati depan RS. Dia baru membuka e-mail dari Arkan yang sukses membuat mata indahnya membulat tak percaya.
"List penilaian calon istri: *) Tolong lingkari yang sesuai realita
1.Penampilan : Rapi/tidak, warna pakaian matching/tidak, pakaian sopan/tidak.
2.Kulit : sawo matang/kuning/putih
3. Alis : asli/ buatan / sulam alis
4. Mata : kacamata/tidak, softlens/tidak, bulu mata asli/palsu
5. Wajah : oval/kotak/bulat; lesung pipit/tidak
6. Gigi : kawat gigi/tidak, gigi berlubang/tidak
7. Bentuk badan: ideal/kurus/overweight.....
8. Sikap : cerewet/ pendiam / pendengar/ lain-lain....
9. Brain : nyambung kalau diajak bicara/ tidak, memiliki prestasi khusus.......
Dan sederet pertanyaan lain sampai nomer 15. Ini mau wawancara mencari putri kecantikan atau calon istri ya.
Pantas aja, udah umur 35 belum juga dapat jodoh. Ribet amat kriterianya. Pak Arkan yang beruntung banget, ceweknya yang sengsara.
Turun di Purple Café, dia masuk dan dari kejauhan Arkan sudah memberi kode tempat duduk mereka.
"Kamu sudah mandi?" Dihirupnya bau bedak bayi khas April. Kurang dikasih minyak telon. Saingan banget sama baby Uwais, anak Rendi, sahabatnya.
"Penting ya Pak, buat dijawab? Saya kan dari Rumahsakit, ya kali Bapak mau saya nular-nularin kuman." gadis itu memilih duduk sambil ngomel-ngomel tapi tetap semangat memanggil waitress untuk pesan makanan.
"Ya nggak usah nge-gas gitu jawabnya. Gini-gini saya lebih tua lho, dari kamu."
Arkan menahan tawa melihat gadis di depannya sibuk membolak-balik menu dengan emosi. Dia kangen menjahili gadis di depannya.
"Habis Bapak itu ngeselin. Sudah tahu cewek tuh kalau kecapekan pulang kerja, bisa baper tingkat tinggi."
"Shabar itu tiada berbatas lho Pril."
"Khusus buat Bapak, stok shabar saya dah habis. Saya pesan es kelapa muda ya Pak. Sama mash potato, steak tenderloin well-done, terus batagor ditake away. Nanti saya bayar sendiri aja Pak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Journey To Love
Romance(Cerita Pertama di Wattpad) Perjalanan dua insan merajut cinta menuju ikatan yang suci. Akankah rasa itu hadir ketika mereka berdua bertemu sebagai dua sosok yang berbeda sifat dan kepribadian? Apakah mereka akan terus bersama, ketika kisah masa l...
