April merapikan baju ke dalam koper yang akan dibawanya pulang. Diperiksanya kembali barang-barang di kamar mandi dan di lemari, syukurlah tidak ada yang ketinggalan. Hari ini hari terakhir pelatihannya di Ciloto, Puncak.
Sesi terakhir ditutup post-test dan ujian kelompok dengan skenario kasus di lapangan, jama'ah haji yang mengalami heat stroke.
Bagaimana 1 tim harus bergerak cepat dan berkoordinasi untuk menyelamatkan jama'ah.
"Kamu tunggu di lobi ya, jangan kemana-mana." April membaca sekilas pesan singkat Pak Arkan.
Lagi-lagi dia mengalah karena calon suaminya memaksa untuk menjemput. Padahal dia sudah janjian naik travel dengan beberapa teman yang tinggal di Depok.
Beruntung dia berhasil mengajak Mbak Tias, super Mom beranak 3 yang bekerja sebagai perawat senior di RS, untuk ikut semobil dengannya.
Arkan berusaha tenang mengemudikan mobilnya. Ia ingat semalam saat ia tertidur di sofa kamar, seseorang menelponnya.
"Selamat malam Pak, apa benar ini no HP Pak Arkan?"
"Ini saya dr Bobi dari UGD RS Cisarua, kebetulan no HP Bapak yang terakhir ada di hp pasien. Travel yang ditumpangi dr April kecelakaan. Mungkin keluarga ada yang bisa segera menyusul kesini?
Pasien membutuhkan operasi segera karena patah tulang paha dan sudah kehilangan banyak darah."
Inna lillahi. Lemas sudah badannya mendengar kabar yang juga membuat Bunda April menangis. Ditatapnya wajah Bunda, sahabat-sahabat April yang juga menangis.
Suara adzan Shubuh membangunkannya dari mimpi buruk. Peluh menitik dari pelipisnya.
Ia teringat nasihat Ustadz, saat seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, hendaknya meniup ke sebelah kiri dan membaca ta'awwudz tiga kali. Segera dia menelpon April tadi pagi, memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.
Arkan melihat petunjuk jalan menuju Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto. Tak berapa lama dia masuk ke dalam pintu gerbang dan mencari seseorang yang telah menunggunya.
Bunyi klakson Pajero sport mengagetkan April yang sedang bertopang dagu di depan lobi.
"Hai, sudah siap?" Sesosok pria tegap berbadan atletis, menghampirinya. Beberapa pasang mata memandangi calon suaminya yang sigap membawakan koper.
"Salamnya mana, Kak?", gaya April sudah persis kayak guru TK menegur muridnya.
"Eh iya lupa, Assalaamu'alaikum calon istriku." Lupakan sejenak senyum Arkan yang melelehkan suasana panas terik di depan peserta lain yang masih menunggu jemputan.
Kata orang, aura pria yang akan menikah, semakin bersinar. Benar ngga sih?
"Maaf ya aku jemput kamu, sendirian. Pak Burhan lagi pulang kampung nengok cucunya. Semalam Sandi sudah diajak, tapi nggak bisa."
April memandang curiga ini cuma akal-akalan pak Arkan. Pengen banget ya, dua-duaan. Awas ya, kalau berani modusin.
"Oh oke ngga papa Kak, kebetulan mbak Tias, teman sekamarku, mau ikut. Tadi suaminya mau jemput, tapi di tol jagorawi dikabari mobilnya mogok." Senyum Arkan menguap seketika.
"Hmm... Boleh, tapi kamu duduk di depan ya. Aku ngga ikhlas jadi supir pribadi." Arkan mendekat dan berbisik pelan.
"Waaah, so sweet banget couple kita." suara mbak Tias muncul diantara mereka. Bertiga mereka meninggalkan suasana Puncak dengan langit yang perlahan berubah berawan.
Arkan sudah menyiapkan lagu-lagu romantis untuk menemani perjalanan, namun April lebih memilih lagu-lagu religi dari Chrisye, Gigi dan Sabyan.
Apa-apaan gadis ini. Dia malah memunggunginya ke sebelah kiri dan menutupi wajahnya dengan bantal. Mbak Tias tersenyum melihat kelakuan unik pasangan di depannya.
"Pril, jangan tidur, temani ngobrol biar aku nggak ngantuk."Sebentar kemudian sudah terdengar suara dengkuran halus dari perempuan di sebelahnya.
Oh my sleeping beauty... Nggak bisa kena bantal sedikit, sudah langsung terlelap.
*) Heat Stroke=Stroke akibat suhu udara yang sangat panas, dapat mengalami suhu tubuh panas, kejang, denyut jantung dan frekuensi napas yang cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Journey To Love
Romansa(Cerita Pertama di Wattpad) Perjalanan dua insan merajut cinta menuju ikatan yang suci. Akankah rasa itu hadir ketika mereka berdua bertemu sebagai dua sosok yang berbeda sifat dan kepribadian? Apakah mereka akan terus bersama, ketika kisah masa l...
