Oma Is Calling

3.8K 514 3
                                        

April masih melengkapi catatan medis pasien rawat inap yang baru masuk, saat mendapati layar ponselnya menyala. Telepon dari Oma Lita.

"Assalaamu'alaikum. April sayang, malam ini ada acara ngga? Oma mau minta tolong ditemani makan malam."

"Wa'alaikumsalam. Belum ada acara Oma, April hari ini masih masuk pagi. Pergantian jaganya nanti jam 2 siang."dia mengambil resep dan melanjutkan menulis.

"Oya sudah, kalau April ngga capek aja, Oma tunggu di rumah. Tapi kalau nggak bisa, ngga apa-apa Nak."
Hmm... sebenarnya dia hendak menolak permintaan Oma karena malas bertemu cucu Oma.

Meski belakangan lelaki itu sudah memperlakukannya dengan normal, tapi tetap saja tidak baik untuk kesehatan hatinya.

Tiba-tiba saja saat sedang kerja, ia kepikiran wajah Arkan yang karismatik. Diketiknya pesan untuk Tiara.

"Assalaamu'alaikum. Tia, maaf ganggu. Bos Arkan apa hari ini ada meeting sampai malam atau mungkin keluar kota?" Pertanyaan yang aneh dan agak menyesal dia mengirimnya ke Tiara.

"Pak Bos ngga keluar kota. Kadang sih tiap Sabtu malam ketemuan sama teman-temannya di Purple cafe."

What?? Tiap Sabtu juga dia beberapa kali nonton Diandra nyanyi. Dia selalu duduk di depan bersama Melati kalau mereka sedang off kerja. Apa jangan-jangan Arkan pernah melihatnya disana.

Aargh... masa bodohlah, pengunjung kafe juga ramai sampai lantai 2. Biasanya eksekutif muda memilih lantai 2 dengan private room yang lebih cozy.

Syukurlah malam ini berarti dia bisa tenang ke rumah Oma, menghindari tatapan misterius Arkan.

Our Journey To LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang