Arkan baru saja menyelesaikan putaran kelima lari paginya mengelilingi kawasan elite perumahan Mediterania Residence. Ia merapikan earphone yang dipakainya untuk mendengar murottal ayat suci Al-Qur'an.
Pagi ini ia tampak segar setelah beberapa hari lalu mengobrol dengan Ustadz Baihaqi, guru mengajinya.
Akhirnya ia akan melalui tahapan penting dalam hidupnya. Ia dan April akan ta'aruf dimulai dengan saling mengirim biodata melalui e-mail untuk melangkah menuju rencana pernikahan.
Diucapkannya salam, ia berjalan menyusuri garasi menuju taman di belakang rumahnya. Tampak Bik Sati, ART barunya yang berusia limapuluh tahunan, membawakannya minuman jeruk hangat.
"Terimakasih Bik." Arkan bersandar di kursi seraya menikmati pemandangan di rumah barunya yang terasa sepi.
Ia baru berencana mengadopsi kucing milik temannya Andra supaya suasana rumahnya tidak terlalu sunyi.
Namun sepertinya rencana tinggal rencana saat melihat biodata yang semalam dibacanya.
"Nama lengkap: Apriliana, panggilan: April."
Gadis itu menulis lengkap tempat tanggal lahirnya, riwayat pendidikan dari TK sampai kuliah, golongan darah. Hmm... Arkan curiga ini biodata yang dikirim April saat melamar kerja di RS sebelumnya.
Pandangannya berhenti di riwayat penyakit: alergi bulu binatang dan debu.
Kemudian ia beralih ke visi dan misi gadis itu mengenai pernikahan. Menyelinap rasa haru membaca harapan gadis itu mengenai pernikahan.
"Menikah adalah menyatukan dua pikiran dan jiwa yang berbeda untuk membentuk keluarga yang diridhoi Allah Swt.
Menyediakan waktu khusus untuk bersama belajar ilmu agama, saling menasihati, sholat berjama'ah dan bisa pergi ke Baitullah berdua adalah agenda hidup saya setelah menikah." Membaca data pribadi gadis itu ibarat membaca buku cerita bergambar.
Walaupun belum mengenalnya dekat, gadis itu seolah muncul tiba-tiba dari dalam buku.
Dia menulis dengan lengkap termasuk dengan kelebihan dan kekurangannya yang jujur membuatnya banyak berpikir bahwa mereka memang dua orang yang berbeda dari latar belakang, sifat, hobi bahkan sampai makanan kesukaan.
"Kekurangan: pelupa, berantakan, dadakan, kurang percaya diri, nggak suka olahraga.
Hobi: jalan-jalan ke toko buku, wisata kuliner.
Makanan yang tidak disukai: pete, jengkol, sayuran hijau."
Garis bibirnya membentuk senyum yang sulit diartikan mengingat ia adalah orang yang teratur, terorganisir dengan baik, hobi lari pagi, berenang, penggemar sayuran dan nasi goreng pete.
Well, this gonna sounds interesting.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Journey To Love
Romance(Cerita Pertama di Wattpad) Perjalanan dua insan merajut cinta menuju ikatan yang suci. Akankah rasa itu hadir ketika mereka berdua bertemu sebagai dua sosok yang berbeda sifat dan kepribadian? Apakah mereka akan terus bersama, ketika kisah masa l...
