Tetesan air dingin berulangkali membasahi rambutnya. Arkan menatap cermin di kamar mandinya. Ia berharap hatinya yang panas bisa menguap di dalam sana.
Butuh keberanian seorang pria untuk mengungkapkan perasaannya. Meskipun terkesan konyol menyatakan sesuatu di tempat umum seperti itu, namun ia telah kalah langkah.
Malam ini suasana hatinya sangat kacau. Di dalam dirinya tersimpan jiwa pengecut.
Betapa dulu ia berulangkali menolak keinginan Oma untuk mendekatkan dirinya dengan April. Kini dadanya terasa sesak setelah berhadapan dengan kenyataan ada yang mendekati gadis kesayangan Oma.
"Lu kenapa Bro?", Dhika bertanya dan ia hanya terdiam selama perjalanan di mobil.
"Hmm... pasti masalah wanita."
"Berisik," Arkan pura-pura memejamkan mata.
"Lelaki mapan kayak Lu nunggu apa lagi sih. Sudah ada yang di depan mata, pakai kebanyakan mikir. Keburu keduluan sama cowok lain."
Untungnya Arkan sedang tidak bernafsu meladeni kelakuan sahabatnya yang menyebalkan.
Ia kini berbaring di karpet beludru di lantai kamarnya yang dingin. Ia membuka kotak pesan di ponselnya.
"Hai... Bagaimana kabar kamu? Dari yang mulai merindukanmu"
"I really miss you. Do you miss me?"
"I always remember your smiling face."
"My pillow-head"
"You become my mood-booster today."
"Are you my destiny?"
"Have a cozy sleep and wonderful dreams."
Hanya tiga pekan mereka tidak berjumpa tetapi ia hanya bisa menahan segala rasa dalam pesan-pesan yang tidak pernah dikirimkannya pada gadis itu.
Ia tidak pernah mengalami hati yang sesakit ini, sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Journey To Love
Romance(Cerita Pertama di Wattpad) Perjalanan dua insan merajut cinta menuju ikatan yang suci. Akankah rasa itu hadir ketika mereka berdua bertemu sebagai dua sosok yang berbeda sifat dan kepribadian? Apakah mereka akan terus bersama, ketika kisah masa l...
