04

1.5K 189 5
                                    

Minji meraih sebuah foto figura yang terpajang rapih di meja riasnya. Ia menatap lekat sosok pria yang tersenyum bahagia dengan kedua tangan yang direntangkan keatas seolah sedang menunjuk langit dibalik figura tersebut. Pria itu berdiri di pinggir pantai dengan dihiasi ombak yang hampir menerjang lututnya. Baju putih yang ia kenakan terlihat basah kuyub dan sedikit mempertontonkan otot-otot tubuhnya yang tercetak akibat bajunya yang basah. Minji tersenyum melihatnya, hanya dengan menatap fotonya saja hati Minji yang sedang dilanda kekalutan berubah menjadi lebih baik.

"Aku melakukannya dengan baik kan?"

Tentu saja tidak ada yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan Minji barusan karena gadis itu tengah berbicara dengan figura yang sedang ia tatap lekat-lekat.

Namun seperti menjadi sebuah kebiasaan, Minji akan selalu berbicara dengan pria tersebut ketika hatinya tengah gundah walaupun kehadirannya tidak akan pernah muncul lagi di hadapan Kim Minji.

Laki-laki yang menjadi kebahagiaan Minji selama beberapa tahun ini, dan gadis itu harus menerima kenyataan pahit bahwa laki-laki yang berhasil meraih hatinya kini sudah tidak ada lagi di dunia.

Pergi..

Meninggalkan Minji sendirian dan membiarkan gadis itu mengalami kembali kepahitan dalam hidupnya.

Di dunia ini Minji tidak mempunyai siapapun. Ayahnya meninggal di saat ia masih berada dalam kandungan dan sang ibu pun harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah mati-matian berjuang untuk menghadirkan Kim Minji ke dunia, dunia yang sangat indah bagi orang-orang yang memang dikelilingi kasih sayang atau kehangatan orang tua. Namun bagi Minji yang dibesarkan oleh sang bibi-- adik perempuan dari ayahnya itu, kata kebahagiaan hanyalah isapan jempol belaka.

Minji tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari bibinya, bahkan sang paman suami dari bibinya tersebut sungguh kejam ia tak segan-segan menyiksa Minji jika menurutnya gadis itu melakukan kesalahan. 

Pernah suatu hari di saat Minji terlambat pulang sekolah karena ia harus menyelesaikan kegiatan akhir sekolahnya dengan mengerjakan dan belajar di perpustakaan hingga lupa waktu pulang, pada saat Minji sampai rumah yang ia dapat hanyalah sebuah teriakan yang memekakkan telinga disertai lemparan dari mangkuk nasi yang mengenai wajahnya.

"MINJI KAU BENAR-BENAR MAU MATI HUH! SEKALIAN SAJA KAU TIDAK USAH KEMBALI LAGI KERUMAH INI"

Gadis bersurai panjang tersebut hanya diam mematung menahan bulir airmata yang hampir membasahi pipinya karena mendadak mendapatkan lemparan mangkuk nasi yang kini berserakan di lantai tempat ia berdiri.

"Malam ini kau tidak dapat jatah makan! jika kau lapar pungut dan makanlah nasi yang berserakan itu" ucap bibinya yang disertai seringaian licik.

Minji yang diperlakukan tidak adil hanya bisa menahan tangisannya. Ia pun segera berjongkok, lalu meraih mangkuk yang kondisinya terbalik dalam keadaan tertutup di atas lantai dan berusaha memungut butir demi butir nasi yang telah berceceran. Setelah ia rasa nasi yang tengah ia pungut sudah tidak tersisa lagi di lantai ia berdiri dan beranjak menuju kamar lalu menutup pintunya sangat pelan. Setelah menutup pintu Minji pun menumpahkan seluruh air matanya, hatinya begitu sesak, ia berpikir apa yang salah dengan hidupnya sehingga ia harus merasakan kepahitan seperti ini? Diperlakukan begitu buruk oleh paman dan bibi kandungnya sendiri. Tidak ada kasih sayang sedikitpun yang pernah Minji dapatkan selama ia tinggal dengan mereka berdua. 

Bahkan lebih parahnya lagi Minji hampir saja mengalami pelecehan seksual oleh pamannya sendiri-- tepat di hari kelulusan SMA. Minji memutuskan pulang lebih awal dari acara perayaan kelulusannya tersebut karena menurut Minji tidak ada seorang pun yang akan hadir memberinya ucapan selamat ataupun karangan bunga di hari kelulusannya, tidak seperti anak-anak lain yang orang tuanya bersedia datang dan memasang wajah yang sangat bahagia, bahkan mengambil kenangan bahagia dengan memotret moment indah tersebut. 

Seulpeun Sarang | Park Jimin | 슬픈사랑 | COMPLETED ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang