"kenapa lama sekali,kami hampir pingsan karena kalian terlalu lama menjemput.aku tebak mama pasti baru bangun kan." jiyoon mengomel karena hyojung telat menjemput dia dan jigi.
"bukan mama tapi kakak mu,dia lama sekali tadi." sepertinya yoongi masih ngambek dengan hyojung hingga membuat hyojung hanya menghela nafas lelah.
"cepatlah,apa kalian akan tetap berdiri disana." jigi mulai kesal karena yoongi dan hyojung masih sibuk berdebat di luar.
"kau mau kemana,aku tahu mama menyebalkan tapi tolong jangan pergi." jiyoon menghampiri hyojung yang sedang meletakkan kopernya di pojok kamarnya.
"memangnya kenapa,aku sudah dewasa tentu saja aku bisa pergi kemanapun aku mau,kau juga bisa melakukannya saat sudah dewasa nanti." jiyoon menggeleng keras.
"tidak mau jiyoon tak mau meninggalkan mama sendirian.hueee....kenapa hyojung jahat dengan mama jiyoon..." jiyoon berlari keluar membuat hyojung mengernyit bingung.
"kau mau apa,protes lagi sama dengan mama dan jiyoon." hyojung memandang malas jigi yang memasuki kamarnya dengan sebuah eskrim di tangannya.
"tidak,aku hanya malas mendengarkan mama dan jiyoon menangis di ruang tengah itu sebabnya aku kemari." jigi adalah anak bungsu dari yoongi tapi sifatnya lebih terlihat dewasa di banding jiyoon yang terlebih dulu lahir mungkin karena dia anak laki-laki.yah..walaupun hanya beda sepuluh menit.
"hyojung kau akan pergi,kemana."mungkin terdengar tak sopan saat jigi memanggil hyojung tanpa memanggil embel-embel kakak atau panggilan sejenisnya.tapi mereka sudah biasa melakukannya dan juga karena mereka hidup di new york.
"aku akan pergi ke korea besok,mungkin seminggu atau lebih."
"APA..he..he..maaf,jadi maksudmu mereka menangisi mu hanya karena kau akan ke korea selama seminggu. ck,aku sih tak heran jika jiyoon menangis karena dia masih kecil,tapi kenapa mama ikut-ikutan.bukankah itu artinya kau hanya tiga hari disana." jigi sangat pintar,di usianya yang baru enam tahun ia sudah tahu menghitung dan memperkirakan jarak dari new york ke korea.
"yah begitulah,bukankah yoongi memang kekanakan." perkataan hyojung hanya di sambut anggukan semangat tanda jika jigi juga setuju dengan pendapat hyojung.
hyojung dan jigi menghampiri yoongi dan jiyoon yang ada di ruang tengah,mereka berdua terlihat memalingkan wajah saat hyojung datang.ck benar-benar kekanakan.
"jadi bagaimana bae,kau ikut atau tidak." hening,tak ada jawaban sepatah kata pun membuat hyojung menarik nafasnya mencoba bersabar.kali ini mungkin ia harus membujuk jiyoon.
"jiyoon apa kau mau ikut ke korea,kita bisa liburan juga disana." jiyoon menoleh dengan berbinar tapi saat melihat ibunya tetap tak mau bicara ia kembali memalingkan wajahnya dan kembali ke mode ngambek nya.
hyojung hanya pasrah dan pergi ke dapur,mencari air dingin di kulkas untuk mendinginkan pikirannya yang sudah berasap.hyojung menengok ke arah jam dinding digital yang terpajang di dapur,pukul 17.45.hyojung memutuskan untuk memasak makan malam dan akan mencoba membujuk ibu dan adiknya lagi nanti.
.
.
.pukul tujuh malam tepat,hyojung menata masakannya di meja.ia membuat beberapa menu korea seperti ttekbokki,kimbap dan juga japchae.
"jigi,panggil mama dan jiyoon,kita makan malam." jigi yang sedari tadi menemai hyojung memasak mengangguk dan pergi ke ruang tengah.
"mama,jiyoon ayo makan hyojung masak makanan korea loh.." jigi membujuk ibu dan kakak kembarnya yang ikut mendiamkannya karna ia memihak hyojung.
"yakin kalian tak mau,yasudah biar aku dan hyojung saja yang mengahabiskan." tanpa berbicara yoongi dan jiyoon berlari ke meja makan.memandang hyojung sebentar dan mulai makan,mengabaikan ekspresi hyojung dan jigi yang kaget.
"sudah selesai marahnya."
"belum/sudah." yoongi dan jiyoon menjawab berbarengan.jangan tanya siapa yang menjawab tidak,yang jelas itu bukan jiyoon karena ia akan mudah luluh jika di bujuk dengan makanan.
"jigi,jiyoon apa kau mau ikut.kita bisa sekalian mengunjungi papa." hyojung kembali membujuk adiknya agar ikut dengan nya dengan begitu yoongi sudah pasti ikut.
"jigi ikut,jigi akan siap-siap." jigi dengan riangnya pergi ke kamarnya dan jiyoon.
"kenapa jiyoon menunduk,apa kau tak mau ikut." jiyoon menggeleng.
"bukan,jika jiyoon ikut nanti mama sama siapa.jiyoon tak mau mama sendirian." jika jigi sangat pintar beda lagi dengan jiyoon,ia sangat peduli dengan orang lain.kepekaannya membuatnya banyak mendapat teman disekolah.
"jika jiyoon ikut mama pasti ikut."
"benarkah." jiyoon memandang ke arah yoongi yang sedari tadi diam.
dengan ragu yoongi menjawab lirih.
"ya.""sungguh..kalau begitu aku juga akan berkemas..yeay jiyoon akan bertemu papa."
"bae..kau kenapa."
"apa aku egois,apa aku kekanakan."hyojung tak suka melihat yoongi bersedih.
" ya..kau sangat kekanakan dan juga manja,tapi aku menyukainya.sudahlah aku tahu kau hanya ingin aku membujukmu agar ikut kan.aku sudah melakukannya,sekarang pergilah ke kamar untuk berkemas,aku akan membantu si kembar.
"yakk kau menyebalkan... tapi terima kasih sudah mengerti."yoongi memeluk hyojung sebelum pergi ke kamarnya.
" dasar tsundere."
korea selatan
"seulgi,kau belum pulang." seulgi terlonjak,ia kaget karena atasannya tiba-tiba menepuk pundaknya.
"eh itu..belum sajangnim,aku masih menunggu taksi." seulgi mencoba tersenyum walaupun jantungnya masih berdetak keras karena kaget.
"oh begitukah kalau begitu saya pulang dulu."
'padahal aku sudah berharap di antar pulang,untung saja tampan.'seulgi merutuki atasannya
beep..beep
seulgi tengah melamun hingga tak sadar sebuah ferrari hitam berada tepat di depannya.
"sebenarnya aku tak terlalu peduli dengan sekitar,tapi ini sudah malam jadi ayo ku antar." jimin orang yang mengendarai mobil itu berniat memberi tumpangan.
"tak apa-apa sajangnim ,tak usah aku bisa menunggu sebentar lagi." seulgi menolak dengan canggung sebenarnya dia juga mau,kapan lagi di antar oleh atasan tampan pakai mobil mahal.
"oh baiklah kalau begitu saya pulang dulu,sampai jumpa besok." jimin masuk kedalam mobilnya dan melenggang pergi meninggalkan seulgi yang melongo.
"sial,aku lupa dia orang yang tak peka.harusnya aku langsung mau tadi." seulgi merutuki kebodohannya dan berakhir ia harus jalan kaki untuk pulang ke rumah.(aduh kasian sekali kamu mbak kan bisa pesan g*ber.)
thank u next
💜💙💚💛

KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA
Fanfictionseri kedua dari ff MAMA.. yang belum baca MAMA mending dibaca aja dulu karena ceritanya nyambung alias berkaitan.. nggak ada summary langsung baca aja.. bye💜💙💚💛