Baca terus "Senja"
Jangan lupa untuk
Vote dan komen💕
***
Tanah yang keras pun bisa terkikis oleh air hujan. Tapi mengapa hatimu yang seperti sutra susah untuk di miliki?
Senja, Cinta, Daren dan Bunga sedang berada di suasana Yanga sangat akward, tidak ada percakapan diantara mereka. Cinta dan Bunga yang sibuk dengan ponselnya, Daren yang tengah menatap Senja dan Senja sedang menahan sakit.
"Cint," panggil Senja.
Cinta langsung menoleh pada Senja. "Kenapa Senja?"
"Gu--gue haus,"
Secepat mungkin Cinta langsung mengambilkan Senja air minum. "Makasih,"
Cinta mengangguk. Kemudian datang pekerja yang mengantarkan makanan untuk Senja, Cinta langsung menerima makanan itu dan berniat menyuapi Senja. Tapi ada tangan yang menyekal Cinta. Daren.
"Biar sama gue aja,"
Senja, Cinta dan Bunga terkejut. "Lo mau nyuapin Senja?"
Daren mengangguk, tapi senja menggeleng. "Enggak! Gue aja sendiri Ren,"
"Gue gak menerima penolakan!" Tegas Daren.
Akhirnya Senja mau menerima keinginan Daren. Daren menyuapi Senja dengan khusu, sedangkan Bunga kesal karena Daren memperlakukan Senja seperti itu. Cinta yang mengerti akan perubahan ekspresi wajah Bunga pun sedikit terkekeh. "Kenapa lo?" Bisik Cinta.
"Gak!"
"Cemburu?"
"Apaan sih lo?!" Bunga merasa kesal.
"Cemburu sih bilang aja!"
"Apaan sih lo?"
Cinta tersenyum sinis pada Bunga. Kemudian Bunga menghela nafasnya pelan dia memutuskan duduk si sofa yang di sediakan oleh rumah Sakit, Bunga menoleh kepada Senja dan Daren yang sedang tertawa. Bunga sangat benci Senja, Senja banyak yang menyukai, Senja banyak yang membela, Senja banyak temannya.
"Apakah Bunga pantas Seperti Senja?" Itu yang ada dipikirkan Bunga. Banyak orang - orang yang pura -pura menyukai Bunga. Ada juga yang terang - terangan menunjukkan rasa kesalnya pada Bunga.
"Daren udah sih! Gue kenyang!" Kesal Senja.
"Ck! Makan enggak?!"
"Daren! Gue kenyang! Kok Lo maksa sih?"
"Ck! Pantes badan lo kerempeng! Makan aja susah!"
"Daren ih!"
Cinta yang melihat keributan dua orang itu hanya tersenyum saja. Kemudian Cinta menoleh melihat Bunga yang menatap Senja dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Seperti melihat Senja dengan kebencian.
Kemudian suara pintu terbuka mendapatkan sosok Bunda Senja dengan ayah Senja. "Eh ada tamu," ucap Mira.
Sinta Daren, Cinta dan Bunga bangun dari duduknya dan bersalaman dengan Mira dan Albert. "Siapa ini?" Tanya Mira pada Daren.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA (COMPLETED)
Roman pour Adolescents[PLAGIATOR GO WAY] cinta tidak seperti yang kalian ketahui, cinta itu butuh banyak proses yang akhirnya bisa bahagia. Untuk benci, dia akan menghilang ketika cinta bisa datang. Tapi mengapa rasanya cinta dalam diam itu lebih sulit? Pertemuan ini bis...
