Baca Terus "Senja"
Jangan lupa vote dan komentar.
***
Lambat laun aku paham. Bahwa kamu bukan milikku.
Senja sedang kesal - kesalnya kepada Cinta. Cinta selalu bicara bahwa Senja gagal move on. Lagian jika Senja gagal move on tidak ada masalahnya kan?
Senja sedang berjalan di koridor bersama Cinta. Senja menghentak - hentakkan kakinya kesal, Cinta yang melihat itu hanya tertawa renyah saja.
Bugh.
Tak Sengaja Senja tersandung sesuata. Senja meringis kesakitan. Sebenarnya bukan kesakitan, lebihnya ke malu.
"Hahaha! Gila! Semangat Senja, gara - gara move on Lo harus kena sialnya," ledek Cinta.
"Cinta ih! Gue tuh jatuh! Bukannya tolongin kek!"
Cinta menolong Senja dengan tertawanya yang masih ada. Dasar manusia.
"Ih! Cinta! Lo kalo di jalan gak boleh ya ketawa - ketawa?" Ucap Senja.
Sepontan Cinta berhenti tertawanya. "Kenapa?"
Senja tersenyum menang. Akhirnya Cinta berhenti tertawa. "Entar dikira gila! Hahaha!" Kemudian Senja berlari meninggalkan Cinta yang melongo.
Saat sedang berlari menuju parkiran. Tak sengaja Senja menabrak bidang seseorang. Senja meringis.
"A--aduh!"
Senja membuka matanya. Terlihat Daren dengan wajah dinginnya. "Lo mau kemana? Sampe buru - buru gitu?"
Senja jadi gelagapan.
"Ma--mau pulang," ucap Senja sejudes mungkin.
Daren terkekeh. "Mau judes. Eh auto gagal," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Senja yang menganga - nganga.
Cinta dengan wajah yang masam langsung menghampiri Senja. "Kenapa tuh si Daren?"
"Tau ah! Gue maooo balikk! Lo mau ikut numpang gak?" Teriak Senja yang sudah menjauh.
Cinta yang sedang mengikuti arah Daren berjalan langsung menoleh kepada Senja. "IHHHH! SENJAA TUNGGUU! GUE IKUTT!"
***
"Pak antar saya ke rumah Cinta dulu ya pak!" Ucap Senja kepada Pak Jojo-supir ayahnya.
"Siap non!"
Cinta sedang sibuk bermain ponselnya. Sepertinya sedang menjadi stalker dadakan. "Senja! Senja!"
Senja yang sedang bermain tulis - tulisan di kaca Mobil yang berembun karena sisa hujan tadi menggunakan jari. Langsung menoleh. "Apa?"
"Sumpahhh! Lo liat deh! Si Bunga alay banget sih?!" Tanya Cinta.
Senja berdecak malas jika sudah membahas Bunga. "Hidup lo kayanya penuh dengan Bunga ya?" Tanya Senja keheranan.
Cinta langsung mendelik tajam. "Ih! Gamauuu!"
Senja terkekeh saja. "besok lo jadikan tidur di rumah gue?"
"Eh iyaa!! Gue lupa! Besok gue nginep di rumah Lo bilang sama Tante Mira siapin makanan yaang bwanyak!" Ucap Cinta tak jelas.
"Ogah! Stok makanan gue abis nanti sama lo!"
Cinta berdecak kesal saja. Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Cinta. "Makasih yaa Nja! Daa!"
Senja mengangguk. Kemudian dirinya langsung melanjutkan perjalanannya. Senja melihat instastory yang baru saja Bunga buat. Senja tersenyum miris ketika melihatnya. Dua pasangan kekasih sedang tersenyum bahagia menatap kamera. "Semoga lo bahagia Daren," gumam Senja berpapasan dengan air mata yang mengalir.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA (COMPLETED)
Roman pour Adolescents[PLAGIATOR GO WAY] cinta tidak seperti yang kalian ketahui, cinta itu butuh banyak proses yang akhirnya bisa bahagia. Untuk benci, dia akan menghilang ketika cinta bisa datang. Tapi mengapa rasanya cinta dalam diam itu lebih sulit? Pertemuan ini bis...
