Jangan lupa baca terus
"Senja"
***
Jangan terlalu memikirkan masa lalu. Kini mereka hanyalah kenangan. Tatap masa depanmu, karena disanalah impianmu.
Senja, Tania dan Cinta kini sedang berada di kantin. Tania yang merengek – rengek ingin bersama Senja ke kantin, akhirnya Senja mengalah dan menuruti keinginan adik dari lelaki yang Senja kagumi. Tania dan Daren hampir sedikit mirip, hanya saja beda versi. Yang ini Daren dari sosok wanitanya. "Lo serius adiknya Daren Tan?" Tanya Cinta penasaran.
"Iyaaa kak,"
"Pantes waktu kemaren gue liat lo kaya ngerasa familiar sama tuh muka,"
"Iya dong! Aku kan mirip Ariana Grande kak!" Ucap Tania Percaya Diri.
Senja hanya terkekeh saja melihat kelakuan Tania. Ternyata bila diperhatikan sifat Tania dan Cinta 11 dan 12, sama – sama terlalu percaya diri. "Kejauhan Tan itu! Jangan Ariana Grande laah!" Ucap Cinta.
"Siapa dong kalo bukan Ariana Grande?"
"Kopi Grande,"Jawab Cinta asal. Kemudian di susul gelak tawa oleh ketiganya.
Daren yang mememperhatikan interaksi antara Tania dan Senja sangatlah mudah, berbeda saat dengan Bunga kekasihnya itu. "Ren, kok adik lo sama si Senja kaya deket banget?" Tanya Digo.
"Udah kenal?" Lanjutnya.
"Kagak tahu, baru juga ketemu kemaren sore di toko buku,"
"Weee anjir! Senja suka lo! Adik lo deket sama dia! Secara gak langsung Tuhan tuh nyuruh elo supaya sama si Senja," celetuk Gilang.
"Ngaco lo ah!"
"Udah deh Lang! Gak usah bicara yang aneh – aneh dulu sehariii aja! Mumet gue liatnya!" Ucap Robby.
"Aneh – aneh apaan coba?!"
"Berisik!" Ucap Daren menengahi. "Ribut mulu heran dah! Gue lagi pusing nih!"
"Minum baygon sanah! Gue jamin pusing lo sembuh Ren!" Titah Gilang asal.
"Ren," Panggil Digo.
"Apaan?"
"Bunuh sahabat dosa gak sih?"
"Ya tergantung orangnya mau apa enggak, kalau dianya ikhlas yaudah gak dosa," Timpal Robby.
Digo mendekati Gilang yang sedang bertingkah jijik. Lengan tengah yang sedang di masukkan kedalam lubang hidungnya. "Lang,"
"Apaan?"
"Lo mau kita Bunuh gak?"
Gilang melotot tak percaya. Sedetik kemudian dia berlari sekancangnya berusaha menghindari ucapan gila milik Digo. Bisa – bisa Gilang akan di bunuh nyata.
***
Kring! Kring!
Bunyi bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Senja merapihkan bukunya. Tapi, tiba – tiba saat dirinya hendak keluar kelas, satu cekalan di tangannya berhasil membuat langkah Senja terhenti. "Kenapa Ren? Gue mau balik"
Daren menghela nafasnya pelan. "Bener lo tadi di labrak Bunga?"
"Gak,"
"Jujur!"
"Buat apa?"
Daren membuang wajahnya ke samping. Karena gue khawatir Nja! Bukan Bunga! Tapi lo!.
"Tinggal jujur aja apa susahnya sih,"
"iya-iya, udah kan? Gue mau balik!"
Daren mencekal kembali tangan milik Senja. "Gue mau tanya sama lo,"
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA (COMPLETED)
Teen Fiction[PLAGIATOR GO WAY] cinta tidak seperti yang kalian ketahui, cinta itu butuh banyak proses yang akhirnya bisa bahagia. Untuk benci, dia akan menghilang ketika cinta bisa datang. Tapi mengapa rasanya cinta dalam diam itu lebih sulit? Pertemuan ini bis...
