Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘
.
.
***
"Pegang tanganku!" perintah Taehyung sambil mengulurkan tangannya ke arah Jennie ketika mereka turun dari mobil. Taehyung nampak tampan dengan setelan Armani-nya. Rambutnya di sisir rapi seolah-olah ia terlahir dengan potongan rambut seperti itu. Wajahnya bebas dari bayangan kumis dan jambang, ia terlihat seperti seorang Pangeran sementara Jennie sebagai Putri Mahkota.
Mereka terlihat sempurna.
"Aku tidak ingin terlalu lama disini." ucap Jennie seraya menyambut uluran tangan Taehyung.
Taehyung tersenyum manis. "Tidak masalah. Setelah 30 menit kita disini, aku akan membawamu ke suatu tempat. Apa kau ingin menginap di villa-ku yang lainnya?" goda Taehyung. Tangannya meremas lembut tangan Jennie.
"Kau brengsek!" desis Jennie tanpa takut sedikitpun.
Mendengar itu Taehyung bukannya marah, melainkan tertawa. Ia menarik Jennie agar segera memasuki rumah Namjoon.
"Terserah apa katamu. Yang penting kau milikku, kau mengerti? Ingat, tersenyumlah saat kita berada di dalam. Kalau tidak, aku tidak segan-segan menciummu."
Jennie telah terbiasa dengan ancaman-ancaman Taehyung. Ia juga terbiasa untuk mematuhinya. Karena pria seperti Taehyung benar-benar memegang ucapannya. Jadi, Jennie tidak punya pilihan lain.
Ia memasang senyuman manis saat kaki mereka melangkah memasuki rumah Namjoon yang tak kalah besar dari rumah Taehyung itu.
Taehyung dan Jennie langsung di sambut oleh Rose dan Jisoo. Jennie begitu lega ketika Rose menghampiri mereka. Ia melepaskan tangannya dari genggaman Taehyung tatkala Rose dan Jisoo menyeretnya ke sudut rumah, jauh dari Taehyung dan teman-temannya. Sementara itu beberapa wanita cantik yang berpakaian elegan dan terbuka tak habis-habisnya melotot ke arah Jennie.
"Jisoo, selamat hari jadi pernikahanmu yang pertama." ucap Jennie demi mengalihkan perhatiannya dari tatapan tamu-tamu wanita disana.
Jisoo tersenyum manis. "Terimakasih, Jennie. Aku senang kau datang."
Jennie mengangguk. Sebenarnya ia juga senang menjadi bagian dari pesta ini, hanya saja ia tidak senang dengan partner-nya.
"Gaun yang indah, Jennie." puji Jisoo lalu memberikan segelas champagne kepada Jennie.
Jennie menerimanya dengan canggung. Ini sudah yang kedua kalinya ia berada di pesta mewah seperti sekarang. Yang pertama saat pernikahan kakaknya. Namun atmosfer pesta Namjoon dan Jisoo baginya lebih menyeramkan, mengingat ia harus dalam pengawasan Taehyung.
"Kau benar-benar sangat cantik. Siapa yang memilihkan gaun ini untukmu?" kali ini Rose berkomentar.
"Eh... gaun ini pilihanku sendiri, tetapi... ehm.. Taehyung yang memberinya." jawab Jennie gugup.
"Benarkah?"
Jisoo dan Rose nampak sedikit terkejut. Jennie heran mengapa harus bereaksi seperti itu. Wajar saja Taehyung membelikan gaun dan perhiasan mahal kepada seorang wanita yang menjadi partner di pesta temannya. Pria itu banyak uang.
