Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘
.
.
***
"Hahaha... bagus sekali, Hyuk! Cepat bawa adikku kemari. Aku sudah sangat merindukannya."
"B-baik, Nyonya. Tapi... kami tidak berhasil mengambil bayinya."
"Tch, aku sudah mengetahuinya dari Hanbin. Aku memaafkan kebodohanmu, Hyuk. Tapi yang paling aku butuhkan adalah adikku, Kim Jennie."
"Kalau begitu, sekitar 20 menit lagi kami sampai, Nyonya Seolhyun."
Jennie menutup mulutnya dan matanya melebar. Satu jam yang lalu ia sadar dan menemukan dirinya ada di dalam Van yang pengap. Disampingnya ada keranjang bayi tapi tidak ada apa-apa di dalamnya. Tidak mungkin Van Ini milik rumah sakit.
Namun setelah dirinya mendengar pembicaraan ketiga orang asing yang duduk di depan, terlebih lagi melihat penampilan mereka, Jennie yakin tidak ada anggota rumah sakit yang seperti mereka.
Puncaknya, alangkah terkejutnya Jennie mendengar salah satu dari mereka menyebut nama Seolhyun. Ia dibawa paksa dan dibius oleh orang-orang yang mengenal Seolhyun?
Jennie tercenung. Jika mereka orang suruhan Seolhyun, harusnya mereka membawa Jennie dengan cara baik-baik, bukan secara paksa. Kalau ini sama saja dengan penculikan!
Yang membuat Jennie berpikir keras, kenapa Seolhyun harus menyewa orang-orang ini untuk menjemputnya? Apa Taehyung tahu dengan semua ini? Bagaimana jika Taehyung tidak tahu?
Tiba-tiba Jennie panik. Dirinya sendiri belum pulih sepenuhnya pasca melahirkan, ia masih merasakan nyeri dibagian perutnya.
Jennie terus mengawasi orang-orang itu dari balik tirai. Jika mereka suruhan Seolhyun, mereka pasti tidak akan menyakitinya. Jennie tidak takut, sebab ia mempercayai kakaknya. Sejahat apapun wanita itu menurut Taehyung, namun Jennie yakin ada hubungan darah yang akan menjamin keselamatannya.
Jennie menutup mata dan berdoa, hanya itu yang bisa dilakukannya sekarang. Sementara Van terus melaju kencang, membuat Jennie tak sabar ingin mengetahui kemana dirinya akan dibawa.
***
Doyeon dan Jimin baru saja selesai memberi kesaksian pada beberapa polisi yanh datang ke rumah sakit. Taehyung bahkan menghubungi beberapa detektif dari Seoul untuk mencari keberadaan Jennie. Sebenarnya ia ingin bertindak sendiri, tetapi Jimin dan Rose menahannya. Jadi Taehyung sedapat mungkin bertahan di rumah sakit.
"Jadi, sampai kapan aku akan berdiam diri disini seperti orang bodoh sementara Jennie mungkin dalam bahaya?" tanya Taehyung sinis pada Jimin dan Rose.
"Bukan begitu, Taehyung. Memangnya kau tahu kemana mereka membawa Jennie pergi? Apa kau tahu siapa penculiknya?" balas Rose.
Taehyung terdiam. Rose benar, tetapi tidak ada salahnya mencari daripada berdiam diri saja.
"Ah, aku tidak peduli. Aku kan mencarinya sekarang juga!" tukas Taehyung lalu berdiri dari kursinya.
"Yak! Jangan gegabah seperti itu! Biar aku ikut de—"
Drrt drrt drrt
Ucapan Jimin terhenti kala getaran ponsel di saku mantelnya. Ia mengiringi langkah Taehyung seraya melihat layar ponsel ditangannya.
