Part 16

10.6K 1.2K 138
                                        

maafkan aku yang lupa double up kemaren😁 sebagai gantinya ini kubawain double untuk klean semua ..

Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘

.

.

***

Seolhyun berdiri di dekat jendela kamarnya sambil bersidekap. Matanya berkaca-kaca melihat pemandangan di bawah. Selama satu tahun mengejar cinta Taehyung, ia tidak pernah merasakan rangkulan dan gandengan tangan pria itu. Apalagi cumbuannya. Namun saat ini ia disuguhkan pemandangan yang menyakitkan hatinya.

Taehyung menyampaikan jasnya di bahu Jennie yang terbuka. Seolhyun yakin gaun indah itu pasti pemberian Taehyung. Ia bertanya-tanya, kemanakah mereka malam ini? Sekarang sudah waktunya semua orang tidur, dan kedua orang itu malah baru pulang ke rumah.

Seolhyun terbakar api cemburu. Rasa cemburu itu kini telah menghanguskan rasa sayangnya kepada sang adik.

Seolhyun tertawa lirih. Ia menyesal membawa Jennie ke dalam rumah ini. Jika ia tahu Taehyung akan menyukai adiknya, Seolhyun tidak akan repot-repot mengundang Jennie untuk tinggal bersama mereka.

"Tidak ada seorang pun yang dapat merebut Taehyung-ku."

***

Jennie melepaskan jas Taehyung yang tersampir di bahunya dan menyerahkan kembali kepada si empunya.

Taehyung masih memandanginya dengan seringaian yang sama sejak pesta usai tadi. Terang saja membuat Jennie risih. Sedapat mungkin Jennie menghindari tatapan Taehyung.

"Selamat malam, Taehyung!" ucap Jennie. Mereka telah sampai di depan kamar Jennie. Tetapi bukan Taehyung namanya jika tidak bertindak di luar akal sehat. Tanpa bisa di cegah, Taehyung ikut masuk ke dalam kamar dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh Jennie. Dan sebelum Jennie melontarkan kata-kata pedasnya untuk Taehyung, pria itu menekannya ke pintu yang tertutup dari dalam. Taehyung mengepung kepala Jennie dengan sepasang tangan kekarnya.

Jennie menahan nafas. Apalagi sekarang?

"Kau tahu Jennie, sepertinya aku telah berubah pikiran."

Wanita itu menatap kedua manik mata Taehyung. Sorot matanya tegas namun lembut.

"A-apa maksudmu?"

"Awalnya aku memang berniat untuk mengusir kalian berdua dari rumah ini sebab aku tahu tujuan utama kakakmu adalah untuk merebut harta kekayaan Ayahku. Aku berpikir kau akan sama seperti kakakmu. Tapi mungkin aku salah, kau memang benar-benar polos. Lalu, sekarang aku mengubah keputusanku. Aku tidak ingin kalian berdua pergi dari rumah ini, tetapi aku hanya ingin kakakmu saja. Aku ingin Kim Seolhyun yang keluar dari rumahku, dan kau tetap disini bersamaku."

Jennie tercekat. Ia tidak melihat ketidakseriusan di sepasang mata tajam di hadapannya. Taehyung sungguh gila! Tidak mungkin Taehyung membuat Seolhyun yang tak lain adalah istri Ayahnya keluar dari rumah ini. Yang seharusnya keluar adalah dirinya.

"Jangan mengada-ada, Taehyung. Kakakku tidak akan keluar dari rumah ini. Jika kau tidak ingin salah satu dari kami disini, maka aku yang akan pergi. Aku akan meninggalkan rumah ini bahkan sebelum kau bangun pagi. Apa kau puas?"

l'amour | taennie ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang