Part 38

11.1K 1K 406
                                        

Enjoy guys!

Jangan lupa vote dan comment😘

.

.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kyaaaaa kyeopta!" Rose menjerit bahagia dan hendak mengambil alih bayi Taehyung dari gendongan suster. Tetapi Taehyung dengan tangkas menarik tangan Rose dan melotot pada wanita itu. Rose melengkungkan alis pertanda protes.

"Kenapa? Aku ingin menggendongnya, Kim Taehyung!"

"Aish, bisakah kau tidak berteriak di dekat anakku. Jim, tolong bawa chipmunk-mu ini keluar!" desis Taehyung.

Jimin hanya tertawa kecil lalu dengan lembut menarik lengan Rose menjauh. Taehyung memberikan kecupan pada pipi putra kecilnya sebelum menyusul kedua sahabatnya. Suster yang menggendong bayi Jennie dan Taehyung pun kembali ke ruangan bayi.

"Huh, Kim Taehyung kau benar-benar! Kenapa kau hiperbola sekali? Aku hanya ingin menyentuh bayi Jennie!" Rose masih menggerutu pada Taehyung. Kini mereka bertiga telah berdiri di depan ruang rawat Jennie.

"Kau kan belum mandi, jadi belum steril. Aku takut kau menularkan sesuatu pada anakku!" tegas Taehyung.

Jimin berdecak seraya memijit pelipisnya. Kenapa dua manusia ini selalu bertengkar sih.

"Tidak steril katamu? Yak! Apa kau ingin aku buat babak belur lagi?!" sembur Rose. Jimin segera memeluk kekasihnya dari samping sementara Taehyung tertawa pelan.

"Sudahlah, kalian berdua! Aku lelah setelah menyetir berjam-jam. Jangan berteriak-teriak di depanku!" lerai Jimin. "...dan kau Kim Taehyung, selamat untuk kelahiran bayimu. Apa kau sudah memberinya nama?"

Taehyung mengangguk. "Aku sudah menyiapkan satu nama untuk putraku, tetapi aku belum mengatakannya pada Jennie."

Rose mendengus sambil melipat tangannya. "Memangnya kau mau menamainya siapa? Jangan-jangan Kim Cassanova," ejeknya.

Bibir Taehyung berkedut-kedut hendak membalas ejekan Rose namun ia memilih untuk mengabaikannya. Ia pun kembali menatap Jimin. "Aku akan menamainya Kim Ji Hoo, seperti nama Ayahku. Eung... apa tidak apa-apa? Bagaimana menurutmu, Jim?"

Jimin dan Rose saling bertukar pandang. Ada seulas senyum tulus di wajah mereka. Kemudian Jimin mengangguk dan menepuk pundak Taehyung.

"Nama yang sangat tampan, Taehyung. Jennie juga pasti akan setuju."

Taehyung tersenyum lega.

l'amour | taennie ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang