Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘
.
.
***
6 bulan kemudian
"Terimakasih, Bibi"
Seorang wanita bertubuh gemuk tersenyum tulus kepada Jennie lalu menutup rumahnya setelah Jennie dan temannya pergi dari sana.
Jennie memasukan sejumlah uang ke dalam tas tangan yang di pegang nya, semetara seorang gadis yang lebih muda darinya hanya memandangi.
"Jennie Eonnie, bolehkah aku menyarankan sesuatu?" ucap si gadis yang berjalan di samping Jennie itu.
"Saran apa?" Jennie bertanya.
"Sebaiknya Eonnie berjualan di rumah saja. Kandungan Eonnie sudah membesar, apa Eonnie tidak lelah?"
Jennie tersenyum tulus kepada gadis cantik tersebut. Ia mengusap-usap perutnya dan bersyukur dalam hati karena sampai saat ini Tuhan masih melindunginya dan calon bayinya.
"Aku tidak pernah lelah, Doyeon. lagipula aku butuh uang untuk membayar uang sewa rumah dan biaya persalinan nantinya," jawab Jennie.
Gadis itu, Kim Doyeon, yang tak lain adalah teman sekaligus tetangganya, hanya mengangguk paham. Sebenarnya ia merasa kasihan pada Jennie yang sejak awal kehamilannya bertahan sendirian tanpa suami. Tetapi Doyeon tahu kisah sedih yang di alami Jennie karena hanya kepada Doyeon-lah Jennie menceritakannya.
"Tapi, Eonnie. Akhir-akhir ini aku tidak melihat Oppa tampan beralis tebal itu datang mengunjungimu. Kau sudah putus dengannya ya?"
Langkah Jennie terhenti mendengar pertanyaan Doyeon. Kemudian ia mencubit pinggang Doyeon pelan. Doyeon meringis lalu terkekeh.
"Maksudmu Yitian? Doyeon, sudah aku katakan kalau aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya!" tegas Jennie.
"Tapi dia menyukaimu, Eonnie. Kenapa Eonnie tidak mau membuka hati untuknya?" tanya Doyeon seraya merangkul pundak Jennie.
Jennie hanya tersenyum kecil.
Sejak ia mengasingkan diri ke desa kecil bernama Namdo di dekat perairan Mokpo itu dimana semua orang tidak mengenalnya, Jennie hanya memberitahu Yitian dimana ia berada sebab ia tidak bisa lagi menghubungi nomor ponsel Seolhyun.
Yitian serta dua rekan kerjanya dulu cukup sering mengunjungi Jennie, terutama Yitian. Dari Yitian pula Jennie tahu kalau Tuan Kim telah meninggal dunia. Jennie ingi sekali kembali ke Seoul untuk mengunjungi makam Tuan Kim, namun keadaannya tidak memungkinkan. Jika Taehyung melihatnya dalam keadaan hamil, Jennie tidak tahu apa yang akan diperbuat oleh pria itu.
Yitian sendiri sangat terkejut mendengar pengakuan Jennie kalau yang menghamilinya adalah Taehyung. Jennie meminta Yitian untuk menutup mulutnya. Atau jika tidak, pria itu tidak boleh mengunjunginya lagi. Terpaksa Yitian menuruti permintaan Jennie. Pria itu bersumpah akan melindungi Jennie dari pencarian Taehyung.
Namun yang belum di dapat Yitian adalah cinta Jennie. Jennie menutup hatinya sejak kehamilannya. Ia tidak terlalu mengambil hati perhatian-perhatian pria yang tertuju padanya. Ia fokus kepada dirinya sendiri dan tentu saja pada calon bayinya. Mungkin rasa cinta telah terkikis dari hati Jennie dan sepertinya Yitian masih bersabar menunggu.
