Part 11

11.1K 1.2K 103
                                        

Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘

.

.

***

Bip bip

Seolhyun mendengar deringan ponselnya ketika mereka makan malam bersama. Di meja makan itu hanya ada Tuan Kim, dirinya, dan Jennie. Tuan Kim melirik sekilas pada istrinya saat wanita itu membaca pesan yang baru saja masuk.

Kim Taehyung

Temui aku di taman kota depan komplek jam 10 nanti. Aku tidak suka menunggu, jadi kau harus tepat waktu.

Seolhyun tertegun. Apa yang ingin dibicarakan Taehyung dengannya? Sekarang masih pukul 7 malam dan pria itu juga tidak ada dirumah. Baiklah, batin Seolhyun. Mungkin Taehyung ingin membicarakan hal yang sangat penting dengannya. Seolhyun tersenyum manis kepada suaminya. Ia berharap Kim Jihoo tidur cepat malam ini.

"Jennie, apa kau betah bekerja di toko bunga itu?" tanya Tuan Kim memecah keheningan. Jennie mengangguk singkat seraya tersenyum.

"Iya, Kakak Ipar. Aku sangat betah disana."

"Apa kau yakin tidak ingin kerja di perusahaan kami?" Tuan Kim menawarkan, diiringi oleh senyum tulus Seolhyun. Jennie menggeleng lemah.

"Aku tidak percaya diri bekerja di perusahaan besar dan terkemuka seperti Kim Group, Kakak Ipar. Jadi, aku rasa lebih baik aku tetap bekerja di toko bunga saja." tolak Jennie sopan.

"Padahal aku ingin melihatmu menjadi bagian dari Kim Group." timpal Seolhyun, "Bukankah begitu, Sayang?" Seolhyun menggenggam tangan Tuan Kim dan mengelusnya.

Jennie memandangi gesture tangan sang kakak. Pikirannya langsung melayang kepada Taehyung. Benarkah Seolhyun mencintai Taehyung dan menjadikan Tuan Kim sebagai tameng? Jika memang benar, bagus sekali akting kakaknya itu. Jennie buru-buru menepis prasangka buruknya tentang Seolhyun. Bodoh, umpat Jennie dalam hati. Mengapa ia meragukan kakak kandungnya dan mempercayai perkataan pria yang jelas-jelas merusak masa depannya?

"Benar, Jennie. Kau adalah bagian dari keluargaku dan kau juga mempunyai hak di rumah dan perusahaanku." ujar Tuan Kim

Jennie tidak menjawab dan melanjutkan makannya. Ia tidak memerlukan semua itu. Hidupnya bisa terancam jika ia menerima tawaran kakak iparnya. Selama masih ada Taehyung, Jennie tidak bisa menerima apa-apa dari Tuan Kim.

***

"Akhirnya kau datang tepat waktu, Nyonya Kim yang terhormat!" ucap Taehyung saat melihat Seolhyun menghampirinya. Seolhyun menampilkan senyuman termanisnya pada Taehyung. Ia cukup senang Taehyung ingin bicara berdua saja dengannya, meskipun tatapan menjijikkan itu masih saja menghujamnya.

"Apa yang ingin kau bicarakan, Taehyung? Tidak bisakah kita membicarakannya di rumah?" tanya Seolhyun lembut. Mereka berdiri berhadapan. Taehyung mengeluarkan beberapa lembar foto dari saku kemejanya dan menyerahkannya pada Seolhyun.

"Ini, lihatlah. Aku tidak ingin bicara basa-basi denganmu!" ucapnya sinis. Meskipun bingung disodorkan benda yang tidak dimintanya, tetapi Seolhyun tetap melihatnya. Ia menatap empat lembar foto di tangannya dan seketika wajahnya pun memucat.

l'amour | taennie ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang