Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘
.
.
***
Pernikahan Tuan Kim dan Kim Seolhyun berjalan lancar. Seolhyun sangat lega karena akhirnya ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Selain berada dekat dengan pria pujaanya, Seolhyun juga mendapatkan kekayaan Kim Jihoo. Jihoo tidak terlalu tua untuk menjadi suaminya. Seolhyun pun tidak terlalu memperdulikan hal itu. Ia kini menjadi seorang wanita yang merelakan apa saja demi mencapai keinginannya.
Taehyung terpaksa memeluk Ayahnya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Para tamu telah berbaur satu sama lain di ruang tamu rumah yang telah disulap menjadi seperti aula. Disisi Ayahnya, Taehyung dapat melihat Seolhyun berdiri, menunggu pelukan yang akan di dapatkannya dari Taehyung. Taehyung merasa kebenciannya kepada wanita itu semakin menjadi-jadi.
"Selamat, Ayah."
"Gomawo, Taehyung."
"Aku harap Ayah dan... dan Nyonya baru Kim berbahagia."
Tuan Kim tertawa senang dan menepuk-nepuk pundak Taehyung. "Kami pasti akan berbahagia, Anakku. Hahaha!"
Taehyung tidak ikut tertawa. Kini ia beralih memandang ibu barunya. Cih, Taehyung sungguh muak harus hadir di tempat itu.
Seolhyun merentangkan tangannya dan Taehyung terpaksa memeluk wanita itu. Pelukan pertamanya dengan wanita yang sangat dibencinya. Seolhyun mendekap tubuh Taehyung erat.
"Akhirnya aku akan selalu mengawasimu, Taehyung. Kau pasti tidak tahu betapa bahagianya aku kini." bisik Seolhyun ditelinga Taehyung.
Taehyung melirik Ayahnya yang hanya tersenyum kepada mereka, jelas-jelas tidak mendengar apa yang dibicarakan wanita itu. "Lepaskan aku wanita ular. Aku sebenarnya tidak sudi menyentuhmu, jadi jangan percaya diri terlebih dahulu."
Taehyung segera melepaskan pelukan mereka dan beranjak dari sana tanpa menoleh lagi pada Ayahnya. Lebih baik ia bergabung dengan tamu lainnya diruang tamu dan minum beberapa gelas wine. Diantara para tamu, Taehyung bisa melihat pasangan Namjoon-Jisoo dan Jimin-Rose. Taehyung segera menghampiri sahabat-sahabatnya itu.
"Hai, Taehyung! Selamat, kau mempunyai ibu baru yang sangat cantik! Apa ia bersedia menina bobokanmu setiap malam?" goda Jimin. Taehyung hampir saja meninju wajahnya jika Namjoon tidak menahan tubuh Taehyung.
"Tutup mulutmu, Park!" desis Jisoo. "Sudahlah, Taehyung. Kau tidak perlu terpancing emosi hanya karena mulut usil Jimin."
Taehyung menyambar segelas wine dari atas nampan yang dibawa pelayan dan meneguknya sampai habis. Pelukannya dengan Seolhyun tadi masih menyisakan kemarahan yang menyelubungi tubuhnya. Ia memandangi sekitar, rata-rata disana terlihat wajah yang menunjukkan keceriaan. Taehyung mendengus, mungkin hanya dirinya yang bermuka masam.
"Taehyung, apa dia gadis yang kau maksud? Gadis desa yang memenuhi pikiranmu akhir-akhir ini?" Rose mengarahkan telunjuknya ke suatu titik diruangan itu. Taehyung dan ketiga sahabatnya yang lain ikut menoleh.
Taehyung menatap gadis yang luar biasa cantik kini sedang berdiri di dekat Seolhyun. Siapa lagi kalau bukan Kim Jennie. Gadis itu memakai gaun indah sepanjang dibawah lutut dengan satu tali yang menggantung di pundaknya. Kulit Jennie sangat bercahaya, permukaannya pasti sangat lembut. Ditambah lagi rambut hitamnya yang ikal dan ada sedikit rambut yang dibiarkannya jatuh ke pundak. Sanggulnya tertata rapi serta riasan wajah yang tidak terlalu tebal.
