Part 23

9.9K 1.2K 278
                                        

Enjoy guys!
Jangan lupa vote dan comment😘

.

.

***

  Taehyung tidak bergerak seinchi pun dari pintu kamar ICU selagi Ayahnya ditangani oleh para dokter ahli di dalam sana. Ia tidak ingin kehilangan Ayahnya seperti ia kehilangan ibunya. Ia baru saja merasakan kasih sayang Ayahnya yang tidak di dapatnya sejak kecil dan ia tidak ingin hal itu berakhir dengan cepat.

Seolhyun tidak berhenti menangis di deretan bangku tunggu paling ujung. Beberapa pelayan menemaninya. Wanita itu menangis sekeras yang dia bisa agar Taehyung bersimpati padanya

Seolhyun tidak ingin Tuan Kim selamat. Sebab jika pria tua itu kembali sadar, yang akan di dapatkan Seolhyun hanyalah surat perceraian, bukan surat wasiat yang telah ia idam-idamkan. Seolhyun tahu dari jauh-jauh hari tentang surat wasiat itu dan isinya. Jika ia tidak mendapatkan Taehyung, maka ia harus mendapatkan apa yang telah di tulis oleh Tuan Kim di surat wasiatnya.

Taehyung berusaha tidak mempedulikan tangisan Seolhyun. Ayahnya telah berjam-jam berada diruang ICU.

Taehyung melipat tangannya, berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan sang Ayah. Taehyung berjanji akan menjadi anak yang lebih berguna untuk satu-satunya anggota keluarga yang ia miliki.

Jimin, Rose, Namjoon, dan Jisoo datang untuk menemani Taehyung, memberikan pelukan hangat dan kata-kata yang menenangkan hati sahabat mereka. Taehyung menangis di pelukan Jimin sementara Rose mengelus rambut Taehyung penuh perhatian.

Ini pertama kalinya mereka melihat Taehyung begitu rapuh sekaligus sengsara.

"Tenanglah, Taehyung. Ayahmu pasti akan baik-baik saja," bisik Jimin.

"Aku tidak ingin kehilangan lagi, Jim. Hanya Ayahku yang aku miliki saat ini," Taehyung terisak.

Seolhyun memperhatikan Taehyung dari jauh sambil terus berakting menangis. Ia cukup puas melihat Taehyung menderita seperti yang telah dilakukannya pada dirinya.

'Setidaknya skors kita sama, Taehyung.'









***

Langit diatas mereka berawan hitam dan udara berhembus sangat dingin seolah ikut berduka dengan kepergian Tuan Kim Jihoo.

Tuan Kim mengalami serangan jantung mendadak serta kelelahan yang melebihi batas tubuhnya. Pria itu sudah tidak muda lagi, jadi sangat rentan mendapatkan serangan jantung. Di tambah dengan pola istirahanya yang minim. Mendengar dan terlibat pertengkaran dengan Seolhyun dan Taehyung adalah akhir dari kemampuan tubuhnya. Tuan Kim menghembuskan nafas terakhir saat di ruang ICU setelah Taehyung melarikannya ke rumah sakit.

Taehyung tak dapat lagi menangis. Hanya Seolhyun yang tetap bertahan dengan kepura-puraannya.

Taehyung termenung di atas pusara sang Ayah, sedangkan semua pelayat telah pergi. Ia masih ingin menghabiskan waktu di dekat Ayahnya. Sementara itu Seolhyun telah kembali ke rumah, dan Jimin serta Rose dengan setia tetap menunggu Taehyung dari jarak 20 meter.

Rose memeluk Jimin dari samping dan kekasihnya itu menaruh dagu di puncak kepalanya, sama-sama memandangi Taehyung. Pria itu nampak kacau dari biasanya. Tidak ada lagi Taehyung yang arogan, congkak serta sinis. Kini Taehyung terlihat seperti manusia yang paling rapuh di dunia. Jiwanya yang kosong tersirat dari matanya yang sendu dan bengkak.

l'amour | taennie ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang