Chapter 8 : Bersama Temannya

3.2K 340 20
                                        


"Kau ini, tidak bisakah berhenti membicarakan tentang makhluk-makhluk yang kau baca di buku anehmu itu?" Plan memprotes Earth yang tidak sungkan untuk menceritakannya pada orang yang baru mereka kenal, "Setelah itu kau pasti akan bercerita bahwa bangsa Werewolf dan bangsa Vampire bermusuhan selama puluhan tahun, lalu seorang Alpha dari bangsa Werewolf yang selalu diawasi oleh bangsa Vampire. Mereka punya perjanjian diatas kitab perjanjian penting yang disaksikan oleh tetua dari kedua bangsa itu dan mereka hidup berdampingan satu sama lain, begitu?" Plan mengakhiri ceritanya dengan bertanya pada Earth.

"Hafal sekali kau, Plan! Otakmu benar-benar cerdas, kau kan hanya membacanya sekali dan langsung mengingat detailnya. Tidak heran jika di usiamu yang tujuh belas tahun ini sudah memasuki jenjang perkuliahan, mendapat beasiswa penuh dan juga menjadi mahasiswa teladan." Earth memuji kecerdasan otak Plan.

'Ah...jadi dia cerdas juga?' Mean bertanya dalam hati, mendengar penuturan dari Earth, sepertinya Earth tertarik dengan dunia werewolf dan vampire, setidaknya Mean tahu jika masih ada manusia yang mempercayai keberadaan mereka di dunia ini.

Plan menyentil dahi Earth dengan jarinya.

"Aww....." ringis Earth, "Heh bocah, sopanlah sedikit pada Phi mu. Aku lebih tua darimu asal tahu saja!" Earth protes dengan tindakan Plan.

"Wajahmu saja seperti bocah, bagaimana bisa aku memanggilmu Phi! Tidak mau! Siapa yang merengek waktu itu karena tidak mendapat teman sekelompok huh?" Plan meledek Earth yang sudah kesal.

Earth menjewer telinga Plan, sebenarnya tidaklah serius. Hanya jeweran pelan khas Earth, tapi Plan malah seolah kesakitan. Beberapa saat kemudian Earth melepasnya.

"Sifatmu ini benar-benar, biasanya kau menyebalkan pada para seme yang mendekatimu atau para gadis yang mengagumimu, tapi padaku kau benar-benar tidak tahu malu ya Plan!" Earth berkata dengan serius, berpose ingin mencabik-cabik Plan yang ada di hadapannya, kini posisi Plan dan Earth tepat didepan Title dan Mean.

"Oho...senior-senior itu? Aku tidak menyukai mereka, P'Earth!" Plan mencebikkan bibirnya.

Mean gemas tentu saja, Plan ternyata bisa cerewet jika sudah lama saling kenal. Dan pembicaraan Earth membuat Mean benar-benar tak rela berpisah dengan Plan. Banyak yang menyukai Plan ternyata, bahkan mengagumi, gadis-gadis dan lelaki juga.

"Kenapa? P'Nick dan P'Kim sangat tampan." Tanpa sepengetahuan Plan, Earth menatap dan memperhatikan Mean yang diam sedari tadi. "Mereka baik padamu, selalu datang ke kelas jika ada waktu. Ah aku lupa mereka bahkan sering mentraktir kita makan, ternyata jadi sahabatmu ada untungnya juga Plan." Earth memeluk bahu Plan seolah mengajak Plan ke sisi lain agar tak menghalangi dua orang yang ada disana.

"Oho.....jadi kau sering mengajakku ke kantin karena ingin ditraktir mereka huh?" Plan terpancing, dia kesal. Earth benar-benar membuatnya tak tahan untuk memukul.

Plan sebenarnya tak sadar jika Earth sedang berusaha memancing Mean atau lebih tepatnya mencoba menarik Mean kedalam pembicaraan mereka. Earth tahu dari sorot matanya, Mean mengagumi Plan. Earth bisa membacanya, setahun mengenal Plan dia tentu saja mengerti tipe-tipe seme yang menyukai Plan sejak pertama kali bertemu.

Earth ingat saat itu P'Kim dan P'Nick adalah mahasiswa yang mengospek Plan dan Earth ketika masih maba. Sejak pertama melihat Plan, keduanya terus-terusan dan tak berhenti bertanya pada Plan, mereka bahkan tak membiarkan Plan dihukum. Setelah ospek selesei, mereka sering makan di kantin fakultas Ekonomi dan juga nongkrong disana dengan teman-temannya yang tentu saja terkenal, geng para Moon, begitulah semua orang menyebutnya.

Ah entahlah, sejak itu tidak ada yang berani melukai Plan atau bahkan sekedar menyapanya. Semuanya takut pada para senior yang selalu menjaga Plan, setiap mereka ada makul yang mulai pada siang hari, mereka sudah nongkrong di kantin atau bahkan didepan kelas Plan sejak pukul 8 pagi. Semua mahasiswa sudah tahu mereka mencari siapa dan mau apa. Tentu saja mau PDKT dengan maba bernama Plan Rathavit.

ALPHA (2WISH)  DICETAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang