Chapter 19 : Hari-hari di Pack

2.4K 289 36
                                        

Sudah hampir sebulan Plan berada di kediaman Pack Blue Moon. Semakin dekat dengan banyak orang, bahkan dengan beberapa anggota pasukan khusus yang sejak awal selalu ingin menyapanya. Juga ajudan yang dulu pernah menuduhnya penyusup sudah mengenal siapa itu Plan, terutama saat Perth yang mengenalkannya.

Rasanya lucu sekali tinggal sebagai manusia seorang diri diantara ratusan W erewolf di pack itu. Plan bahkan merasa jika dirinya selalu dimanjakan oleh banyak orang disana, sebenarnya Plan bosan, bahkan makan saja dia di layani. Plan sudah biasa memasak sendiri dan menata piring sendiri, lalu makan dan mencuci piring. Yang terjadi sekarang? Plan seperti raja yang jika mau, duduk saja bisa di layani. Yang benar saja?

Tempat favorit Plan di sana adalah perpustakaan yang biasa di gunakan Alpha Mean untuk membaca buku dan menghabiskan waktunya ketika sedang bosan. Plan dibebaskan keluar masuk sesuka hati kapanpun itu, Mean sudah mengijinkannya dan meminta pada prajuritnya untuk membiarkan bocah manusia itu melakukan apapun yang di sukai, meminta mereka untuk mengawasinya juga terutama ketika Mean tak ada atau sedang melakukan tugasnya sebagai CEO di Bangkok.

Di perpustakaan juga keluarga Phiravich dengan mudahnya menemukan Plan yang terduduk di kursi ujung, tempat favorit Mean membaca buku. Selera mereka ternyata mirip, kakek Mean sampai menggeleng ketika dia sengaja mencari tempat dan waktu yang tepat agar bisa bicara dengan Plan. Membicarakan beberapa hal penting, termasuk meminta Plan untuk membaca buku perihal mate dan juga tentang tugas berat seorang Alpha di pack nya. Mengajak beradu argumen, dan hasilnya? Plan sangat memuaskan ketika beradu argumen dengan salah satu tetua pack itu, kakek Mean sampai berdecak karena ternyata Plan juga hampir sama dengan Mean, pandai menjawab pertanyaannya dan juga pandai berbicara dan mengelak. Benar-benar mirip, pikirnya.

Dalam masa penyembuhannya, Plan tak pernah menuntut Mean untuk berada disisinya. Sebagai bocah yang masih harus banyak belajar, dia mencoba mengerti kesibukan yang menghabiskan banyak waktu Mean dan kenapa Mean jarang ada di packnya padahal dia seorang Alpha. Mean tak terlihat, Perth juga, semakin sepilah keadaan. Meskipun Plan bisa di katakan tak kekanakkan, tapi namanya usia yang masih muda dan belum menginjak 20 tahun pasti entah disengaja ataupun tidak, Plan terkadang berbuat ulah. Terkadang mencuri pedang milik salah satu anggota pasukan khusus, Prem, lalu diletakkan di tengah-tengah taman belakang hingga Prem harus mengambilnya dan membuatnya sempat kena tegur pelatih. Tapi Prem tak marah, dia bahkan memaklumi.

Sempat juga diam-diam memasak di dapur saat dapur kosong, lalu mengambil beberapa bumbu dapur dan meletakkannya diatas lemari dengan bantuan kursi yang berada disana, membuat pelayan dan para omega kesusahan untuk mengambilnya dan harus meminta bantuan anggota pasukan khusus untuk mengambilnya. Pernah juga Plan dengan isengnya sengaja mengosongkan tangki air di pemandian dan membuat para Werewolf tak mandi padahal mereka baru selesai berlatih berperang dengan keringat yang mengucur didahi mereka dan berakhir dengan mandi di sungai yang dekat dengan pack mereka atau bahkan mengungsi ke pack tetangga hanya untuk mandi.

Mean? Tak berkomentar apapun, setelah Perth melaporkan semua kenakalan bocah bernama Plan Rathavit itu. Plan, meskipun terlihat pendiam dan juga malu, dia masih saja bocah yang butuh dibimbing. Tidak memiliki orang tua dan anggota keluarga yang lain membuat Mean berpikir bahwa salah satu sifat yang sengaja disembunyikan Plan dari orang lain adalah kejahilannya dan juga keinginannya untuk bermain dengan orang lain. Plan, anak semata wayang, hidup seorang diri tanpa keluarga, hanya memiliki sahabat karib yang sebenarnya lebih tua darinya dan hidup dengan mengandalkan keahlian masaknya dan ketelatenannya untuk bertahan hidup.

Jika kau berada di posisi Mean, apa yang akan kau lakukan?

Plan, tak pernah bisa menunjukkan sifat aslinya di kampus dan di depan orang-orang yang selalu mengatakan dia imut. Di pack Blue Moon, Plan cukup bersenang-senang meskipun kadang mengesalkan banyak orang. Karena itulah, Perth mencoba bicara dengan Plan dan berakhir dengan Plan mengurung diri di perpustakan, kecuali saat makan dan mandi. Tidur juga di perpustakaan, Perth pernah mencoba menengok apakah Plan sudah tidur di kamar Alpanya, nyatanya, tak ada siapapun disana dan Perth berlari mencari ke semua tempat, takut Plan melakukan hal konyol lain dan di perpustakaan, Perth menemukan Plan tertidur dengan posisi terduduk dan memeluk sebuah buku kuno yang sepertinya belum selesai di baca.

ALPHA (2WISH)  DICETAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang