Sudah empat hari Plan berada di pack Blue Moon. Sedikit banyak dia tahu kenapa Mean menjaganya, kenapa malam itu Mean berada di rumah kecilnya. Kenapa Mean bersikeras menjaganya, padahal dari yang dia tahu Plan hanyalah bocah kecil yang tak percaya akan adanya makhluk-makhluk seperti Werewolf dan Vampire.
Dia jadi berpikir, pertama kali mereka bertemu dan di pagi harinya Plan mengobrol dengan Earth lalu dia berkata tidak percaya, apa yang dirasakan Mean kala itu? Mean diam saja tak menanggapi apapun, dia jadi memikirkan P'Title yang langsung dekat dengan sahabatnya sejak dia sampai di pedesaan dekat hutan.
Mean tak pernah membentaknya sedikitpun, termasuk sejak membawanya ke packnya. Plan yakin dia sangat merepotkan semua orang yang ada disana, termasuk kakak Mean. Entah bagaimana kakaknya sangat menyayanginya, padahal Plan tidak banyak bicara. Dia tidak seperti Earth yang mudah dekat dengan orang. Sesekali Plan menghembuskan nafasnya kasar.
Plan tak mengerti tentang Vampire yang mengincarnya. Kenapa dirinya diincar? Rasa-rasanya Plan tidak punya kelebihan apapun selain otaknya yang pintar. Dia tidak kaya, tidak tampan. Plan juga tak punya orang tua, apa karena darahnya?
Hey dia manusia biasa, bukankah darahnya sama dengan orang lain?
Atau ada hal lain yang tidak dia tahu tentang dirinya sendiri?
Bagaimana kalau ternyata dia ada keturunan dari dua bangsa itu?
Tidak! Tidak!
Plan murni manusia, jika ada keturunan dari vampire ataupun werewolf seharusnya Plan bisa merasakan haus darah kan? Bisa merasakan lapar dan ingin berburu kan? Tapi Plan makan makanan manusia, dia tidak takut matahari juga tubuhnya tak bisa berubah menjadi serigala.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Mean bertanya dengan pelan, takut mengejutkan Plan yang sepertinya sedang melamunkan sesuatu.
Tadi Mean sudah membuka pintu kamarnya, tapi Plan tak mengatakan apapun. Setelah memperhatikan, Plan sedang melamun dan itu cukup lama.
'Apa yang Plan lamunkan?' tanyanya dalam hati.
"P-P'Mean," Plan tergagap, "Tidak ada!" jawabnya dengan cepat.
Mean kesal pada dirinya sendiri, apa-apaan? Dia tak bisa membaca pikiran Plan. Sementara Perth justru bisa, apa yang terjadi padanya? Mean tadi mencoba membaca pikiran pasukan khususnya dan masih bisa, dia tahu yang dipikirkan semua anggota. Tapi Plan? Hanya bocah itu yang tidak bisa Mean baca pikirannya.
"Phi....." Plan memanggil Mean yang kini justru terlihat murung, "Dimana P'Perth?"
Plan, apa kau gila? Kenapa saat bersama Alpha justru yang kau cari betanya?
"Perth sedang melatih pasukan khusus," jawabnya dengan tidak minat, "Ada apa mencari dia?"
Bukan tanpa alasan Mean kesal pada Plan, ahh maksudku kesal pada Perth. Plan mencari si beta itu? Sudah jelas Mean lebih segalanya, apa Plan sedang mengujinya?
"Tidak ada!" Plan mengerti bagaimana raut wajah kesal itu, seperti dejavu. Plan pernah melihat wajah-wajah kesal seperti itu pada para seme di kampusnya, "P'Perth sedang melatih pasukan khusus?" tanyanya lagi, Plan tetap saja Plan yang polos.
Mean menggumam, mengiyakan pertanyaan bocah kecil itu.
"P'Mean marah padaku?" Plan bertanya dengan hati-hati.
Mean marah? Ya, awalnya memang marah. Tapi Mean mengerti kenapa Plan mencari Perth, Perth itu lucu dan slengean. Mungkin karena itulah, bocah seumuran Plan lebih suka bicara pada betanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
