Para Warrior berjaga di depan kamar Alpha mereka. Perth dan Warrior yang lain berjaga di aula utama. Saat itu pagi sudah menjelang, sementara Plan belum keluar dari kamar sang Alpha, jadi Perth ingin memeriksa sekaligus memastikan jika bocah bernama Plan itu baik-baik saja dan masih bernafas.
Malam itu menjadi malam bersejarah di pack Blue Moon, Mean yang biasanya ke hutan untuk mengamuk, kali ini tetap berada di pack. Dan yang lebih mengagumkan lagi, Tin tak mengamuk dan begitu tenang. Tapi Perth tetap mengkhawatirkan Plan, Plan menjaga Mean seorang diri di saat Mean terluka parah. Ketika Werewolf terluka parah dan saat itu bulan Purnama, maka sesuatu yang menakutkan bisa terjadi. Bahkan bukan tidak mungkin akan membunuh matenya sendiri. Perth tak bisa menjamin bahwa Plan tak akan terluka. Dia bahkan sanksi dengan pemikirannya sendiri. Sebagai seorang Beta yang sedang menjadi ujung tombak dari pengaturan pack yang memiliki ratusan anggota, di saat Alphanya terluka parah, dia harus menutup rapat kekhawatirannya dengan tetap tenang.
Perth memanggil Prem, menanyakan jika ada sesuatu yang ganjil. Prem memberi laporan jika tidak ada apapun yang terjadi, hanya teriakan Plan yang begitu keras yang membuat mereka terkejut. Disusul teriakan lain dan geraman dari Mean dari dalam kamarnya. Prem dan Warrior yang bertugas di depan kamar Alpha sebenarnya ingin masuk dan melihat yang terjadi, tapi mereka menuruti perintah para tetua untuk tak masuk sebelum Purnama selesai dan pagi menjelang. Jadi, mereka bersiap jika Alpha mereka mendobrak pintu dan memporak-porandakan seluruh isi pack-nya sendiri.
Mereka mengobrol ringan setelah pelayan membawakan makanan ringan dan minuman agar tubuh mereka segar kembali, Perth memerintah mereka untuk mandi bergantian juga sarapan per kelompok.
Kriett......
Terdengar seseorang membuka pintu utama kamar Alpha dari dalam, Perth yang sedang asyik mengobrol dengan yang lain lantas mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Pintu itu perlahan terbuka, seseorang terlihat dari dalam. Berjalan dengan langkah tertatih. Keadaannya cukup berantakan dengan pakaiannya yang sudah kusut, wajah yang tampak kelelahan karena kurang tidur, banyak tanda kemerahan di lehernya juga tangannya yang terus menerus memegang kakinya seperti kesakitan.
Dia menutup pintunya perlahan setelah keluar dari ruangan.
"Plan...." Perth memanggilnya dengan pelan.
Disana ada Prem dan anggota Warrior yang lainnya.
Perth berjalan menghampiri Plan.
Plan melihat ke arah Perth, tadi dia masih di depan pintu dan melamun sesaat.
"P'Perth!" Dia memanggil dengan cukup terkejut karena dia pikir tak ada seorangpun didepan kamar P'Mean.
Plan ingin menghampiri Perth tapi tertahan karena rasa sakit di bagian bawahnya kembali terasa saat kakinya hendak bergerak. Kakinya limbung dan hampir saja jatuh jika Perth tak sigap menangkapnya. Plan memperbaiki posisinya kembali saat Perth bertanya keadaannya. Dia ingin mandi air hangat, jadi meminta pada Perth untuk mengantarnya ke pemandian air hangat yang ada di sisi lain mansion besar ini. Perth sudah berjalan didepan sementara yang meminta justru tak ada pergerakan.
Perth kembali ke posisinya, dia bertanya ada apa dan Plan berjinjit untuk menjawab dengan berbisik di telinga kiri Perth. Bocah itu terlalu malu untuk bicara keras didepan semua anggota Warriornya.
"Aku tidak bisa jalan, dari pinggang sampai kaki rasanya sakit sekali." Katanya dengan malu-malu, sementara matanya mengawasi para Warrior yang terus menerus menatapnya dengan intens.
"Oh....begitu," respon pertama Perth, "Sini, ku gendong!" Perth menawari dengan tawanya yang terkesan meledek.
"Phi~" Dia kesal pada Perth, meledeknya tanpa melihat sekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
