Kemarin malem mau update, lupa.. huaa~~
Maafin yah......
Kesibukanku gak bisa di tolerir jadi kemarin capek dan ketiduran, padahal tidur ajja jam 10 malem.
Jadi curhat gini,, kuyy lanjutin ceritanya.
.
.
.
.
Mean melarang Plan pulang hanya ditemani dua anggota pasukan khususnya. Perth tak bisa menemani, dia ada wejangan khusus dari pack tetangga yang sengaja bertamu ke pack Blue Moon. Mean malas menerima tamu, karena lagi-lagi Shewolf yang tak kunjung kapok itu yang berkunjung. Jelas-jelas Mean menolak, masih saja mereka berpura-pura baik pada sang tetua dan juga dandan dengan repot-repot, mempercantik diri.
Sore itu Mean mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih pantas dilihat oleh manusia, kemeja kotak-kotak biru muda dan tua yang mengarsir bergantian. Dia juga rindu perusahaannya yang sudah diliburkan selama seminggu. Rindu untuk memerintahkan banyak orang yang bekerja dibawah kendalinya. Ahahaha dia merindukan kekuasaannya di dunia manusia.
"Uh.....Phi ikut?" Plan tersentak setelah melihat Mean selesei berbicara dengan salah satu pasukan khususnya.
Mean menatap bocah kecil di hadapannya.
"Tidak boleh?" tanyanya dengan angkuh.
Plan tampak kikuk, tidak tahu mau menjawab bagaimana. P'Mean yang sekarang berdiri didepannya tampak berbeda.
"Ohh boleh, memang siapa aku melarangmu?" Plan menjawab dan juga bertanya.
Kapan seleseinya jika mereka terus bersautan saling menjawab dan bertanya oi?
"Kau?" Mean menatap Plan dalam, "Pemilik takdirku!" Jawabnya kemudian.
Ekspresi wajahnya sangat serius, tak ada senyum atau kekehan seperti saat Perth meledeknya.
"Hoi...bicara apa phi?" Plan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Perempuan-perempuan dari pack tetangga sedang berkunjung, kenapa Phi tak menemui mereka?" Plan bertanya, bermaksud menghilangkan kecanggungannya.
"Ohh SheWolf?" Nada Mean penuh tanya, Plan mengedikkan bahu, dia tak tahu sebutan gadis serigala itu apa. Jadi Plan mengatakan perempuan agar lebih sopan.
"Mateku sudah disini, untuk apa menemui SheWolf yang sudah ku tolak sejak awal?" Mean menjawab dengan enteng, menunjukkan kekuasaannya tentang seberapa tinggi kedudukan mate untuknya.
Plan tersipu malu, rona merah menjalar sampai ke telinganya.
Wajah putihnya berubah memerah, uhh Plan sangat malu sekarang.
Begitukah cara Mean menggodanya?
"Mau naik Tin atau berjalan kaki bersamaku?" Tawarnya setelah Plan terdiam cukup lama. Padahal sudah rapi, hanya tinggal menunggu Werewolf yang mengantarnya bersiap-siap.
"Tin? Berjalan kaki bersama P'Mean?" tanyanya bingung, Mean tak mengatakan apapun tentang Tin jadi Plan tidak kenal siapa itu Tin.
"Oh aku lupa mengatakannya," Mean menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Aku Mean Phiravich, Tin itu wujud serigalaku yang waktu itu kau pergoki saat mengamuk di tengah hutan." Jelasnya dengan cepat, semoga saja Plan langsung mengerti.
Plan mengangguk, Mean menjelaskan dengan mudah jadi dia tak perlu banyak bertanya.
"Serigala hitam itu punya nama? Bukankah sama saja itu P'Mean?" tanyanya dengan polos.
"Aku sosok manusia Tin, paham?"
"Yah...paham phi."
"Jadi bagaimana?" Mean bertanya lagi, "Mau naik Tin?" tanyanya dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
