Silahkan berimajinai sesuai dengan keinginan kalian. Aku sengaja tidak menggunakan nama siapapun karena tidak ingin ada pertumpahan darah disini. hehehehe
***
Flashback . . . .
Bukankah seharusnya seorang Werewolf bahagia bisa bertemu dengan mate-nya? Merasakan separuh jiwanya seakan kembali karena hidupnya bisa menjadi sempurna seperti apa yang diharapkan. Lalu, mungkinkah hal itu berlaku untuk seorang Beta bermarga Tanapon juga? –Tidak! Perth bahkan marah pada Takdir karena mempermainkan perasaan dan hidupnya.
Untuk apa selama ini dia menunggu jika begini jadinya?
Untuk apa dia mengharapkan dan berdoa yang terbaik jika ternyata dia dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan?!
Perth marah! Dia ingin menghancurkan apapun!
Dan satu hal yang pasti, Perth bahkan sudah menolak mate-nya sebelum mengenalnya.
"Kau makhluk menjijikkan! Jangan mendekatiku!" Katanya kala itu, "Aku tak sudi berbagi hidup denganmu," menolak mentah-mentah bahkan sebelum membiarkan Vampire itu bicara.
"Lalu, kenapa kau tak membunuhku, Malaikat kematian?" Tanyanya sendu.
Pertumpahan darah baru saja terjadi, Perth marah dan geram karena pack nya nyaris dihancurkan oleh bangsa Vampire yang dengan liciknya menyuruh ahli teleportasi untuk mempermainkan pack-nya. Dia meminta ijin pada Mean untuk membawa serta setengah Warrior dan Warrior yang dibimbing langsung olehnya. Beruntungnya, Mean mengijinkan. Saat itu keadaan sangat kacau, Mean akan ikut dengan Perth sebelum Beta-nya menyerukan untuk tidak ikut karena khawatir pack mereka akan di serang lagi. Mean awalnya tidak setuju, lalu Plan datang bersama Mark di gendongannya dan memanggilnya lalu memohon padanya, "Daddy, jangan tinggalkan Mark dan Papa," mohonnya.
Mean menatap Perth dan Perth mengangguk, meminta sang kakak untuk bertugas menjaga pack sementara dirinya yang pergi. Semenjak keluarga kecil Mean lengkap, Perth merasa harus menjaga mereka dengan seluruh jiwanya.
"Kenapa kau tak lari?" Tanyanya dingin, "Bukankah bangsamu takut padaku?" Tanyanya sarkas, Perth sedikit menyombong untuk menakuti Vampire di hadapannya.
"Mereka takut padamu, tapi mereka ingin membunuhmu." Vampire itu berkata.
"Tidakkah dia terlalu baik menjadi seorang Vampire, Perth?" Ae berujar di dalam sana. "Dia baik." Ae berkata lagi.
Perth terlihat tak mempedulikan ucapan Ae.
"Kau juga kan?" Tuduhnya.
"Untuk apa?!" Lawan bicaranya mendengus sebal, "Aku tidak punya masalah dengan bangsa kalian." Jelasnya, "Semua ini terjadi karena si sialan para petinggi gila kekuatan itu ingin memiliki pemilik darah abadi dan darah dagingnya." Menjelaskan sepengetahuannya.
Perth mengingat kejadian dulu saat adiknya –Plan- nyaris meregang nyawa bersama dengan Mark yang belum lahir ke dunia. Sementara Perth berusaha membuat Kakak Sepupunya bahagia dengan menjaga sang adik dengan baik sementara Mean sedang ada urusan penting. Perth merasa gagal melakukan tugasnya, bagaimana bisa kecolongan dengan penyamaran palsu itu?! Sial, mengingatnya membuat dirinya ingin mengumpat dan mengumpat!
"Jika dia tidak ada pada pack dan bangsamu mungkin saja semua ini tidak akan terjadi," masih menjelaskan meskipun tidak yakin Perth mendengarnya, "Jika dulu pemimpin kami yang kau bunuh itu tak haus kekuasaan dan kekuatan, maka semuanya bisa lebih baik. Dia bahkan memancing seorang malaikat kematian sepertimu dengan dirinya sendiri." Katanya dengan tenang, ada nada sesal didalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
