Pukul 8 malam, Mean sudah ada di dalam rumah sewa Plan, kost-kost an kecil yang menjadi tempat tinggal Plan selama setahun terakhir. Dulu, Plan tinggal di dekat sekolahnya, begitupun ketika Sekolah Menengah Pertama. Mean mengamati sekitarnya, ada rasa trenyuh mengelitik hatinya. Entah kenapa, dia merasa seolah mate nya tak bahagia. Entahlah, apa yang membuat Mean berpikiran seperti itu, yang jelas setelah melihat keadaan rumah kost Plan yang menurut Mean kurang layak huni itu hatinya menjadi semakin khawatir.
Lima belas menit menunggu, si pemilik belum juga datang. Awalnya Mean pikir, ketika dia harus datang dalam wujud serigala maka Plan akan curiga dan takut. Pasalnya, tidak ada hutan terdekat di sekitar sana, jika tiba-tiba dia datang dengan wujud serigala, bukan tidak mungkin Plan akan menyerangnya.
Mean menengok keluar jendela, Tin yang berada dalam tubuhnya membisiki jika ada bangsa lain yang sedang mengawasi tempat tersebut. Mean langsung menutup jendela itu rapat-rapat, lalu mengajak Tin berkomunikasi lewat mindlink. Rasa khawatir menyeruak dalam diri Mean, Tin mengatakan jika selama ini Plan diawasi oleh bangsa Vampire. Entah apa alasannya, tapi Tin mengatakan aroma vampire sudah tercium sejak mereka berada di jalan sempit yang sempat mereka lewati.
'Sepertinya kita terlambat Mean', Tin berkata lewat mindlinknya, 'Malam ini dan seterusnya, kau harus menjaga Plan', bisiknya lagi.
Mean mengangguk.
Ada rasa berbeda ketika Tin lebih mengkhawatirkan keselamatan Plan dari pada dirinya. Meskipun Mean lah yang nantinya akan bersanding dengan Plan, bukan berarti Tin tak punya hak untuk mencemaskan matenya. Tin menyukai aroma Plan, aroma tubuh, shampoo buah dan juga deru nafasnya yang khas yang sudah Tin ingat, pun Mean juga sama, dia bahkan menyukai semua yang ada pada diri Plan. Mean berharap dengan seperti itu, dia dapat mengingat Plan, sejauh apapun mereka berpisah, Tin tetap bisa mencium bau Plan.
Tin mendesak untuk berubah, takut ancaman datang. Tin tak mungkin membiarkan tubuh Alphanya terluka karena di serang Vampire. Yang benar saja! Dalam beberapa detik tubuhnya sudah berubah sempurna, perwujudan serigala besar dengan bulu hitam bercorak khas seorang Alpha dari pack Blue Moon.
***
Plan mempercepat langkahnya kala merasa ada yang mengikutinya. Sejak tadi jalanan lengang dan sepi, membuat Plan yang biasanya santai dan tenang menjadi gugup dan takut. Malam ini Plan pulang lebih cepat, tapi karena lebih cepat itulah dia jadi susah untuk duduk di bangku bus. Bersusah payah dia berdiri dengan tubuh mungilnya, merasa risih ketika ada dua orang pria dengan pakaian serba hitam dengan mata berwarna merah yang tidak terlalu pekat seperti pria yang dua bulan lalu juga memandangnya dan bertatap muka dengannya didalam bus.
Ketika Plan turun, kedua orang itu juga turun. Meskipun saat itu banyak orang yang turun di halte yang sama, bukan berarti Plan tidak cemas. Dia justru takut setengah mati, ingin berlari tapi sepertinya malah akan menarik perhatian banyak orang, jadi satu-satunya cara yang bisa dia lakukan adalah menenangkan diri dan bersikap seperti biasa.
"Apa mereka masih mengikutiku?" batin Plan.
Plan tak berani menghadap ke belakang. Dia tetap berjalan, seiring kakinya melangkah, semakin cepat detak jantungnya berpacu. Entah kenapa, Plan merasa makhluk-makhluk yang dulu sering di ceritakan Earth benar adanya.
Ketika Plan menengok ke belakang, tak ada apapun. Ketika dia kembali berjalan, bulu kuduknya merinding karena merasa ada yang mengawasinya sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya, dalam kegugupannya, Plan meraih gagang pintu rumah kecilnya. Merasa aneh karena beberapa lampu rumahnya sudah menyala, padahal Plan yakin bahwa dia belum pulang ke rumahnya hari ini.
Memasuki kamarnya yang kecil, ketika pintunya terbuka, Plan memilih untuk mengamati saat netranya menangkap ada seorang pria tinggi di kamarnya. Dengan kemeja gelap yang Plan tidak ketahui warnanya dengan pasti karena lampu kamarnya tidak menyala, hanya lampu tidur dan itupun tidak terlalu terang. Memilih tetap pada posisinya dan mengamati dalam diam, beberapa waktu kemudian, Plan lebih terkejut. Mendapati pria tadi sudah berubah menjadi serigala besar dengan warna dan corak yang persis seperti serigala yang tidak sengaja dia temui di dalam hutan tengah malam itu, dua bulan yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
