Chapter 27 : Di Kampus~

2.1K 253 19
                                        

Happy Bithday to Choi Minho Oppa....

Yang terbaik untuk Oppa dan selamat bertugas di kemiliteran.

.

.

Karena hari ini ulang tahun Visual Shinee, Minho Oppa yang saat ini sedang wamil di Angkatan Laut, maka ~Di~ bakalan triple update nih. Siang bolong begini,

.

.

"Aku hanya memasak, kenapa Phi begitu khawatir?" Plan memasang wajah innocent.

'Berhenti memasang wajah itu, Plan! Kau membuatku ingin menciummu!' –Mean.

Mean berdehem, "Kau Lunaku, jadi jangan melakukan semuanya sendiri." Mean memberitahu, dia merapikan anak rambut Plan yang sedikit berantakan dan juga mengelap keringat yang keluar di dahi Plan, "Nanti akan aku beritahu ketika kita kembali ke pack, bersama orangtuaku juga kakek serta tetua, oh iya dengan God juga, dia yang memeriksamu." Jelasnya, Plan mendengarkan dengan seksama.

Penjelasan itu memang bukan hanya omong kosong, Mean diam-diam meminta God untuk memeriksa darah Plan karena God sendiri yang bilang padanya jika darah Plan berbeda dari kebanyakan manusia yang dia tangani. Terlebih darah itu memiliki bau yang sangat segar, lebih segar dari darah manusia yang baru terluka. Para tetua juga mengaitkan mengenai darah Plan dengan perburuan besar-besaran yang dilakukan Vampire di dunia manusia. Para tetua merasa seperti ada yang janggal dengan itu, meskipun bangsa Vampire tak mengganggu bangsa Werewolf tapi jika hal itu terus dibiarkan maka keberadaan kedua bangsa itu bisa tercium oleh orang-orang aneh yang terus menerus mencari hal-hal aneh yang masih tabu menurut mereka.

Bukan tak mungkin, setelah semua informasi yang mereka butuhkan dan juga menjelajahi banyak tempat lalu menemukan banyak tempat yang ternyata belum mereka ketahui sebelumnya, mengaitkan dengan bangsa Vampir dan Werewolf lalu perburuan akan di lakukan demi mendapatkan apa yang mereka incar, yaitu struktur tubuh dua makhluk itu untuk di teliti lebih jauh termasuk bagaimana memiliki tubuh seperti Werewolf yang bisa meregenerasi tubuh mereka dengan cepat dari luka yang didapat. Manusia sekarang itu saling berlomba-lomba hanya untuk menjadi yang terkuat, dan bisa saja hasil penelitian mereka dijadikan ajang pamer atau lebih parah lagi untuk bisnis.

"Tidak apa, phi!" Plan menjawab dengan tenang, "Aku senang semuanya mengkhawatirkanku, uhh tapi aku harus kuliah hari ini." Dia memberitahu.

"Aku akan mengantarmu," Mean langsung memberi pernyataan.

"Naik mobil?" Plan bertanya karena sepertinya Mean takkan mungkin naik kendaraan umum.

Mean mengangguk.

"Aku berangkat sendiri saja, naik bus." Plan menolak dengan halus, "Aku akan hati-hati." Plan mengatakan itu supaya Mean tak khawatir.

"Biarkan Prem dan Bon menjagamu," yang lebih tua mencari solusi lain.

Mean takkan memaksakan apa yang terbaik menurutnya, Plan masih belum terbiasa dengan hidupnya yang kini sudah tak seperti dulu. Meskipun apa yang Plan inginkan bisa dikabulkan oleh Mean, tapi sepertinya anak itu takkan mudah meminta. Dilihat dari manapun Plan bukan remaja yang seperti itu.

"Baiklah," Plan akhirnya mengalah, "Tapi jangan terlalu dekat," Dia mencoba bernegosiasi.

Mean mengangguk perlahan setelah mendengar bagaimana Plan mencoba bernegosiasi dengannya tanpa menyindir ataupun menolak dengan kasar.

"Tidak masalah."

Setelahnya, Plan membawa piring-piring itu ke meja makan. Di bantu oleh Rumi yang langsung datang dengan wajah ketakutan setelah dipanggil oleh sang Alpha. Di pikirnya, dia akan digantung esok hari, ternyata hanya diminta untuk memindahkan piring-piring yang sudah berisi sup dan beberapa hidangan lainnya ke meja makan.

ALPHA (2WISH)  DICETAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang