Malam ini waktunya, Mean memutuskan untuk meliburkan diri dari pekerjaannya. Mempersiapkan bulan purnama yang akan segera datang tepat pada tengah malam nanti, Perth masih muda jadi masih bisa menahan gejolak perubahan tubuhnya, ditambah lagi waktu untuk menemukan mate nya masih panjang jadi Mean mengandalkan Perth untuk mengurusi perusahaannya.
Mean akan merasakan gelisah sepanjang waktu sebelum malam bulan purnama, tetapi kali ini dia diminta untuk tetap tinggal di rumah tetua. Kakeknya mengkhawatirkan dirinya, itu jelas terlihat dari cara sang kakek menatap cucunya. Ditambah dengan Mean yang tak bisa tenang bahkan ketika sedang duduk, membuat kakeknya cemas.
Mean, seorang Alpha dan karena keberadaan matenya belum diketahui sampai saat ini, Mean masih tak bisa mengendalikan dirinya, terlebih Tin, wujud serigalanya selalu mengamuk ketika bulan purnama tiba.
Sebenarnya para tetua sudah mengusahakan banyak hal, termasuk mempertemukan Mean dengan para putri dari anggota pack lain tapi sayangnya belum juga membuahkan hasil. Mean memang terkenal dingin dan juga terkesan misterius karena bisa berlari dengan wujud serigalanya maupun manusia dengan sangat cepat. Kemampuannya seperti vampire, hal itulah yang menyebabkan Mean bisa memenangkan pertandingan, karena kecepatan perpindahan tubuhnya tak bisa dikalahkan oleh siapapun.
Biasanya ketika purnama tiba, Mean akan pergi dari pack nya menuju wilayah hutan terdalam, wilayah terlarang bagi sembarang werewolf atau hutan terluar yang dekat dengan pemukiman manusia, karena wujudnya sebagai serigala, dia bisa mengamuk, bahkan merobohkan banyak pohon. Manusia takkan berani memasuki wilayah tersebut, karena mitos kuat yang selalu menghantui. Mitos tentang keberadaan vampire dan werewolf.
Hanya saja sampai saat ini tidak ada orang mati karena digigit vampire atau diterkam serigala didalam hutan, tetapi siapapun yang memasuki kawasan tersebut maka tidak akan kembali ke rumahnya.
“Aku akan keluar dari mansion ini, kakek.” Mean berkata dengan wajah yang sangat gelisah.
Kakeknya menatap sang cucu prihatin, kemudian seolah memikirkan keadaan sang cucu sampai akhirnya menyetujui dengan menganggukkan kepalanya dengan berat hati.
“Berhati-hatilah, bangsa Vampire masih terus mengawasi kita.” Sang kakek memperingatkan.
Para tetua tahu jika Mean dalam wujud Tin-nya akan mengamuk, karena itulah, Mean memilih keluar.
Dia tak ingin membunuh anggota packnya yang tidak bersalah untuk meredam amarah Tin dalam tubuhnya. Tadi saat menggunakan mindlink nya untuk menghubungi Tin, Mean mendengar Tin terisak lirih. Mean mengerti itu, Tin sangat kesepian. Tin bahkan mengatakan jika tidak masalah jika mate Mean adalah manusia, dia akan menerimanya asalkan manusia itu menerima keberadaannya.
“Aku akan menenangkan diri, akan ku tahan kemarahanmu malam ini.” Mean mengatakan lewat mindlink nya pada Tin yang masih terdiam didalam sana.
‘Dia akan datang, Mean, hari ini dia datang.’
Tin tiba-tiba memberitahu Mean tentang firasatnya, jika sedang mendekati bulan purnama kepekaan Tin bertambah, tapi Mean, dia justru sedang menahan gejolak amarahnya ketika Tin menguasai tubuhnya dan mengambil alihnya.
“Dia siapa? Vampire?” Mean benar-benar tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Tin.
Tin menghembuskan nafasnya kasar didalam sana, merasa Mean itu tak mengerti dirinya saat ini. Tin itu serigalanya Mean, tapi ketika purnama tiba, mereka seperti tidak saling mengenal.
‘Bukan, dia…..dia… mate-’
Tin berkata dengan cepat, meskipun suaranya tercekat, Tin berusaha mengatakannya sebelum dirinya mengambil alih tubuh Mean dan berubah menjadi serigala.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALPHA (2WISH) DICETAK
FanfictionMean Phiravich, menyembunyikan jati dirinya dan hidup sebagai jajaran pengusaha muda sukses di Thailand. Siapa sangka? Ternyata dia adalah seorang Alpha dari bangsa Werewolf, pack Blue Moon. Ada satu hal yang menjadi rahasia besarnya,, dan punya mis...
