Seungmin duduk gelisah melihat hyunjin yg sedang asik bermain bersama Jeongin. Sejak pulang dari kantor tadi hyunjin tidak mengajak nya berbicara sama sekali.
Diruang makan pun tadi ayah dan ibu Hyunjin sempat bertanya kenapa malam ini hyunjin tidak banyak bicara seperti biasanya.
Seungmin berinisiatif membuat kan hyunjin coklat hangat didapur. Suara gelas yg beradu dengan sendok terdengar nyaring karena semua orang mungkin sudah tidur para maid pun sama.
"Seungmin?"
"Oh? Ibu haus?"
Ibu hyunjin berjalan mendekat kearah seungmin mengambil gelas didekat si manis.
"Coklat hangat? Hyunjin memintanya?"
"Tidak Bu, aku hanya ingin membuatkannya minuman hangat. Sudah menjadi tugasku"
Nyonya Hwang tersenyum sambil tangannya sibuk mengambil segelas air putih.
"Hyunjin sangat menyukai coklat hangat. Dia anak laki-laki yg manja. Dia juga sering diejek teman-temannya."
Nyonya Hwang terkekeh pelan sambil mendekat kearah seungmin. Tangan nyonya Hwang diletakkan dipundak si manis.
"Ibu bersyukur hyunjin memilih orang yg tepat untuk hidupnya. Ibu takut membiarkan dia hidup bersama orang yg jahat. Karena ibu tidak mau membuat anak kesayangan ibu, jagoan ibu satu-satunya terluka"
"Aku akan menjaga hyunjin dan Jeongin sepenuh hati Bu"
Nyonya Hwang tersenyum teduh kearah Seungmin sambil mengusap pelan pundaknya.
"Ibu tidur dulu, selamat malam sayang"
Cup
Kecupan hangat mendarat di kening si manis.
"Selamat malam Bu"
Setelah nyonya Hwang sudah tidak terlihat dari pandangan matanya Seungmin tidak berhenti tersenyum. Ia merasa sangat bahagia.
Dan ini pertama kalinya setelah ibunya meninggal ia mendapatkan kecupan hangat dari sosok seorang yg seperti ibunya.
Seungmin berjalan masuk kedalam kamar dengan senyuman lebar jangan lupa segelas coklat hangat ditangannya.
Hyunjin yg melihat sang istri tersenyum begitu lebar mengernyitkan dahinya bingung.
"Coklat hangat"
Seungmin meletakkan coklat hangatnya di atas nakas tepat disebelah hyunjin yg sedang menidurkan Jeongin.
Hyunjin masih tidak menjawab dan masih mendiamkan si manis.
Seungmin membawa tubuhnya untuk berbaring disebelah Jeongin yg berada ditengah-tengah dirinya dan hyunjin.
"Kamu marah?"
Seungmin bertanya sambil menatap mata hyunjin yg juga menatapnya tapi dengan tatapan tajam.
"Iya aku marah"
Hyunjin bangkit lalu memindahkan Jeongin kedalam box bayi yg ada dikamar mereka.
Seungmin berdiri mendekat kearah hyunjin. Setelah hyunjin selesai meletakkan Jeongin, Seungmin dengan cepat merengkuh tubuh sang suami dari belakang.
"Kamu cemburu?"
Hyunjin lagi-lagi diam membuat Seungmin membalikkan tubuh hyunjin.
"Iya"
Jawab Hyunjin santai.
Seungmin menghela nafasnya lalu kembali menatap mata hyunjin. Kedua tangannya kalungkan dileher hyunjin menjinjit sedikit kakinya menyamakan tinggi badannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our story
FanfictionMereka dipertemukan oleh tuhan berkat kisah menyakitkan dikehidupan mereka masing-masing. BxB
