Kertas yg mulai menumpuk diatas meja hyunjin hampir menutupi tubuhnya. Sesekali itu mengusap matanya yg lelah melihat berlembar-lembar kertas yg tertumpuk diatas meja kerjanya.
Tiba-tiba suara ketukan di pintu membuat hyunjin menghentikan kegiatannya lalu melihat kearah pintu.
"Maaf tuan ada yg ingin bertemu"
Sekertaris hyunjin berdiri didepan pintu membawa seseorang dibaliknya. Hyunjin mengangkat sebelah alisnya penasaran siapa yg datang ke kantornya pagi ini.
"Siapa? Ada perlu apa?"
Ryujin muncul dari balik punggung sekertaris hyunjin membuat hyunjin langsung berdiri dari tempat duduknya dengan raut wajah yg tidak bisa diartikan.
"Saya permisi dulu tu-"
"Tidak sekertaris park tunggu disitu. Saya tidak akan lama"
"Bisakah kita bicara empat mata?"
"Tidak ada yg perlu dibicarakan. Mau apa?"
Tanya Hyunjin pada ryujin dengan nada dan tatapan seperti ingin membunuh.
"Aku mohon"
"Cepat katakan atau aku usir?!"
"Baiklah, dengarkan aku. Aku mencintaimu. Aku tidak ingin kita berpisah. Ini anakmu!"
Hyunjin melihat ekspresi sang sekertaris yg kaget mendengar penuturan ryujin barusan. Dengan cepat hyunjin menggenggam tangan ryujin menatapnya dengan tajam.
"Jangan coba-coba untuk mencemarkan nama baikku dan juga keluarga ku. Aku bisa melaporkan mu ke polisi. Anak itu, bukan anakku! Aku tidak pernah menyentuhmu sampai seintim itu."
Hyunjin menghempaskan tangan ryujin lalu menyuruh sekertaris nya untuk menyeret ryujin keluar.
"Tunggu, aku ingin bicara hyunjin! Lepaskan aku"
Pintu ruangan hyunjin tertutup ketika sekertaris dan juga beberapa orang keamanan datang untuk membawa ryujin keluar.
Hyunjin berdiri didepan jendela dibelakang meja kerjanya mengusap kasar wajahnya.
❤
Seungmin dengan telaten memandikan si kecil yg heboh bertemu dengan bebek karet berwarna kuning kesukaannya.
Sesekali Seungmin tertawa melihat tingkah lucu anaknya itu. Setelah dirasa cukup Seungmin mengangkat tubuh Jeongin untuk ia bawa ke kamar.
Seungmin memakaikan Jeongin baju berwarna biru muda yg lucu. Tangannya berhenti ketika ia akan memasangkan sepatu ke kaki mungil Jeongin.
Sepatu rajut yg diberikan oleh younghoon. Seungmin tersenyum kecil lalu memakaikannya ke kaki Jeongin.
"Wahh sepatunya lucu sekali. Lain kali jika bertemu paman younghoon Jeongin harus berterima kasih"
Seperti orang dewasa yg mengerti Jeongin tertawa lalu mengeluarkan ocehan-ocehan bayi yg Seungmin tidak mengerti.
Tok tok
"Seungmin?"
"Ah? Ada apa Bu?"
Nyonya Hwang mengintip dibalik pintu kamar Jeongin dengan senyuman diwajahnya.
"Apa Jeongin sudah selesai? Ibu ingin bermain bersama Jeongin"
Seungmin tersenyum dan langsung menggendong Jeongin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our story
FanfictionMereka dipertemukan oleh tuhan berkat kisah menyakitkan dikehidupan mereka masing-masing. BxB
