Happy Reading♡
₩₩₩
--------
"Maaf..." ucap Zoya masih dalam isakan.
"Maaf buat apa Zoy..??" Tanya Vino bingung.
Malam itu, gadis itu benar2 terlihat rapuh dihadapan Vino. Zoya masih terus menangis dan Vino masih sabar menunggu jawaban.
"Maaf karena gue gak bisa bohong sama perasaan gue, Vin.." ujar Zoya, membuat Vino semakin tak mengerti dibuatnya.
"Maksudnya gimana sih.? Gak bisa bohongi perasaan, apa maksud omongan loe barusan..??"
Deg.
Pertanyaan Vino menyadarkan Zoya akan sesuatu.
'Oh ya ampun.. hampir aja gue hilang kendali didepan Vino. Ayolah Zoya, singkirin soal perasaan.. Ini bukan saatnya mendramakan cinta, tapi ini saat untuk membalaskan dendam.' Gumam Zoya dalam hati.
Hai tunggu.! Baru saja Zoya mengatakan cinta.?
Tampaknya ia mulai terkena virus cinta. Untung saja ini hanya perang batin, jadi Vino tidak mendengarnya. Atau nanti pemuda itu akan menertawakan dirinya.
Tapi... mungkinkah virus itu yang membuat Zoya hilang akal setiap berada didekat bodyguardnya, dan tak sanggup melihat penderitaannya.?
Bahkan sekarang ia menangis dihadapan pemuda itu.
Ahh entahlah, Zoya belum siap mengartikannya lebih jauh lagi. Ia ingin menyelesaikan hal penting terlebih dahulu.
Gadis cantik itu berusaha menyingkirkan masalah hati dalam hal ini. Karena yang terpenting bagi Zoya sekarang adalah mengungkap rahasia yang belum pernah Ia ketahui. Zoya menghapus sisa airmata diwajahnya tanpa mengangkat kepalanya dari bahu Vino.
"Gue gak bisa bohong sama loe, kalo sikap gue ini cuma sandiwara yang gue buat." Jelas Zoya.
"Maksudnya.? Emang loe lagi sandiwara soal apa.??"
Vino berusaha mencerna kalimat yang baru Zoya katakan. Ia menoleh hingga tanpa sengaja membuat Zoya terkejut dengan pergerakan bahunya dan mengangkat kepala dari sana. Dan sekarang Zoya dan Vinopun saling tetap.
"Tolong loe jawab jujur pertanyaan gue Zoya, apa loe benci gue itu cuma sandiwara.?" Bidik Vino.
Zoya dibuat tertegun untuk beberapa saat. Tak lama setelahnya, Ia bangkit dari duduknya dan terkekeh. Vino masih memandangnya dengan tetapan heran. Sesekali kedua matanya menyipit, mencoba membaca adanya sesuatu dalam fikiran Zoya yang disembunyikan darinya.
Zoya memunggungi bodyguardnya yang masih duduk bersandarkan bantal. Perlahan ia menarik serta membuang nafas dalam2. Tampaknya gadis itu ingin mengumpulkan kekuatan menjalankan rencana rahasianya.
"Loe salah Vin.. Gue bukan minta maaf soal itu. Gue minta maaf karena udah bikin luka loe sakit dan tante Dewi kuatir. Harusnya gue gak bersikap kayak tadi mengingat semua hutang budi Papa." Jelas Zoya.
Ia membalikkan badan menghadap pada sang bodyguard dan membalas tatapannya.
"Dan.. soal sandiwara yang gue bilang tadi, itu soal gue yang minta nyokap loe buat pergi dan bakal ngasih tugas." Vino menjengit heran mendengar semua itu.
Apakah Zoya mengatakan kebenaran.?
Vino masih belum bisa mengetahuinya dengan pasti.
"Terus kenapa loe nangis tadi.? jawab gue Zoy.." pinta Vino.
Zoya memutar pandangannya kesegala arah. Otaknya mencari2 sesuatu yang tepat untuk menjawab pertanyaan Vino.
"Its Okey.! Gue akui gue tadi nangis dibahu loe dan bikin baju loe basah. Sorry ya..gak tau kenapa tiba2 gue kangen sama Papa. Udah kan.? Gue udah jawab semuanya. Mending loe istirahat sekarang, gue masih mau disini buat ngawasin loe. Kali aja loe masih punya rahasia selain yang waktu itu." Tukasnya menutup perbincangan lalu berdiri didekat pintu yang mengarah pada balkon kamar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Is NOT LOVE
Ação19 September 2019 #1 Jirralova #2 Jirralovers "Gue gak terobsesi. Gue cin... "Itu bukan Cinta, Zoya.! Gue tegasin ke loe. Itu Bukan Cinta.!" Zoya membelalakkan mata mendengar bentakan Vino dikalimat itu. Vino melepas dekapannya sehingga Zoya terbeba...
