-Tujuh

224 38 6
                                        

Happy Reading^^

₩₩₩

Kerjasama dengan Dimas dibatalkan oleh Zoya. Itu karena Zoya diberitau Mario bahwa ada perusahaan besar dari luar kota yang mau bekerjasama dengannya. Mario memberi kejutan itu untuk putrinya. Bekerjasama dengan perusahaan yang diidam2kan Zoya sejak dulu menjadi nyata karena papanya.

Mario merasa lega sekarang, meski harus meninggalkan putrinya. Keinginan untuk membahagiakan Zoya akhirnya terwujud. Bukan hanya itu, tetapi putrinya pun selamat dari ancaman. Yakni perusahaan milik Dimas. Sejak lama, Mario tau kalau pemuda itu berbahaya bagi putrinya. Bahkan setelah batalnya kerjasama diantara Dimas dan Zoya, bisa saja pemuda itu membuat rencana lain.

____

Zoya berada diruang kerjanya. Beberapa hari ini, ia sudah kembali fokus dengan pekerjaan. Itu dikarenakan sejak adanya kerjasama baru, dan juga pesan dari papanya sebelum pergi. Papa berpesan pada Zoya agar lebih berhati2 dalam bekerja dan tidak sering keluar.

Bahkan pemuda bernama Dimas belum lagi kelihatan. Hal itu terjadi sejak batalnya kerjasama antara mereka berdua.

Sementara dibalik kaca ruangannya, seseorang tengah mengawasinya. Entah apa yang ia fikirkan ketika melihat gadis cantik yang sibuk dengan dokumen2 itu.

Tok tok tok

Pintu ruangan Zoya diketuk oleh seseorang.

"Masuklah.." titahnya tanpa mengalihkan pandangan dari berkas dihadapannya.

"Bu Zoya, kami diperintah Pak Bos untuk memberikan ini." Karyawan yang baru masuk itu menyerahkan sebuah amplop.

"Papa..?? Memangnya apa ini.?" Zoya memandang heran sang karawan.

"Saya juga tidak tau Bu. Pak Bos menitipkan ini untuk diberikan pada anda. Akan tetapi kemarin anda tidak ada diruangan. Jadi saya baru bisa menyerahkan ini sekarang."

"Baiklah. Kau boleh kembali bekerja sekarang.."

"Baik Bu.. saya permisi."

"Kira2 surat apa yang papa tulis untukku.??" Ia bergumam pada dirinya sendiri.

Dengan rasa penasaran yang memenuhi hatinya, Zoya membuka amplop itu. Ia membacanya dengan teliti.

¤¤¤

Kedua lelaki dihadapannya sama2 terkejut setelah mendengar pernyataannya. Mereka tak menyangka karyawan yang memiliki peran penting itu harus pergi.

"Loe beneran mau resain.??" Farhan merasa berat jika sahabatnya harus pergi.

Siapa yang akan menjadi teman kerjanya nanti.? Tapi kan masih ada Restu. Ah, tetap saja Farhan merasa akan ada yang kurang. Sementara Vino hanya bisa membuang nafas kasar. Ia mengangguk dalam duduknya.

"Iya.. dengan berat hati gue harus lakuin."

"Apa tidak sebaiknya kamu pertimbangkan dulu nak.??" Papa Farhan justru lebih merasa berat dengan keluarnya Vino.

"Mohon maaf sekali Om. Saya tidak bisa menolak keinginan beliau."

"Ya.. saya bisa mengerti itu. Baiklah kalau begitu. Terima kasih untuk setiap jasa yang kau berikan pada perusahaan ini."

That Is NOT LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang