Happy Reading...
₩₩₩
Seorang pemuda bergegas meninggalkan kantor. Padahal Ia baru saja sampai 5 menit yang lalu. Entah apa yang membuatnya begitu terburu2 sampai langkah jenjangnya semakin lebar. Ini adalah hari pertamanya setelah pulih dari sakit yang Ia alami, dan itu kemarin.
Pemuda itu, Vino mengendarai mobil miliknya sendiri. Tawaran Farhan, sahabatnya yang berniat mengantar Ia tolak begitu saja.
Vino tegas dan kekeh bahwa ini adalah tugasnya. Jadi tidak boleh ada orang lain yang terlibat didalamnya, kecuali untuk membantu hal lain. Seperti contohnya saat Vino meminta bantuan sahabat2nya untuk menyelidiki kasus waktu itu.
"Zoya..." gadis yang menjadi tujuan utamanya untuk dijaga kini ada didepan mata.
Dari dalam mobil, bisa Vino lihat dengan jelas gadis itu bersama dengan musuh bebuyutannya. Siapa lagi kalau bukan Dimas.?
Mereka menikmati sarapan diluar kantor milik Zoya. Entah apa yang mereka obrolkan, sampai Zoya tertawa seriang itu. Vino masih dalam mobil mengamati gerak-gerik Dimas dari kejauhan.
¤¤¤
Ditempat lain, seorang gadis dengan kedua mata yang memerah serta dipenuhi linangan airmata terduduk lemah dilantai apartemennya.
Ingatannya masih terbawa pada kejadian beberapa hari lalu. Pengakuan sang Papa yang membuat hatinya begitu hancur saat itu juga. Kalau saja Ia tidak mendengar percakapan Papa dan Mamanya, pasti Ia tak akan pernah tau mengenai hal itu.
'Maafkan Papa nak... Papa sadar akan semua kesalahan Papa dimasalalu. Jika saja waktu itu Papa tidak ikut dalam rencana mereka, Papa tidak akan melakukannya. Papa juga tidak tahu menahu kalau dia adalah Ayah dari orang yang kamu cintai..' Ujar lelaki paruh baya. Ia menunduk tanda menyesal yang teramat dalam.
'Papa tenang saja. Aku akan cari cara agar dia mau memaafkan Papa. Asalkan Papa berjanji, untuk tidak menampakkan diri dihadapannya sampai aku bisa mengendalikannya. Papa tetap disini, dan jangan kembali kesana.' Pesan putrinya.
'Baiklah.. Papa akan tetap disini bersama Mamamu. Kami akan baik2 saja disini. Tapi apa yang akan kamu lakukan setelah tau semua ini.??'
'Aku akan kembali kesana tanpa sepengetahuannya. Aku akan melakukan sesuatu. Dan aku minta do'a restu kalian agar aku bisa melakukannya.'
'Kamu yakin nak.??'
'Iya Pa..'
'Hmmhh.. baiklah. Jaga dirimu dengan baik disana. Jangan lupa selalu kirim kabar..'
"Maafin aku Dim, aku harus bongkar kejahatan kamu dihadapan Zoya. Karena aku gak mau dia jatuh dalam perangkap kamu dan jatuh cinta sama kamu. Karena cuma aku yang boleh miliki hati dan jiwamu sepenugnya, bukan orang lain termasuk Zoya.. Tapi tenang saja, aku hanya akan mengungkap satu kejahatan saja. Dan itu adalah mengenai rencanamu untuk Zoya." Gumamnya dengan tekad yang sudah bulat.
Nia, dialah gadis yang tengah bergumam itu. Dia pula yang menjadi teman Zoya dalam mengungkap kebenaran mengenai Dimas. Semua Ia lakukan demi Cinta.
Ya, memang Itulah Cinta. Seseorang akan rela melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan serta mempertahankannya sebagai miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Is NOT LOVE
Action19 September 2019 #1 Jirralova #2 Jirralovers "Gue gak terobsesi. Gue cin... "Itu bukan Cinta, Zoya.! Gue tegasin ke loe. Itu Bukan Cinta.!" Zoya membelalakkan mata mendengar bentakan Vino dikalimat itu. Vino melepas dekapannya sehingga Zoya terbeba...
