Tetep Ditolak🌟

107 25 0
                                        

Bulan menatap tak percaya Bintang.

"Jadi itu kamu?"ucap Bulan.
"Iya itu aku... Aku setiap hari kembali ke taman itu berharap kamu kesana lagi tapi nihil kamu nggak kesana" ucap Bintang.
"Nggak mungkin"ucap Bulan.
"Itu kenyataannya Bulan aku nggak akan pernah lupain wajah kamu! Aku nggak salah orang kamu bulan ku"ucap Bintang.
"Tang..."ucap Bulan.
"Lan..."ucap Bintang.
"Aku nggak bisa"ucap Bulan.
"Kenapa? Apa masalahnya?"ucap Bintang.
"Aku nggak bisa beritahu kamu sekarang"ucap Bulan.
"Oke kalau itu mau kamu aku bakal nunggu kamu!"ucap Bintang mengusap kepala Bulan.

-⭐🌕⭐-

Bulan pulang dijemput Surya.

"Lan!"ucap Surya.
"Ya kenapa kak?"ucap Bulan.
"Hmm... Nggak jadi deh!"ucap Surya.
"Kakak aneh"ucap Bulan lalu meninggalkan Surya lebih dahulu masuk kedalam rumah.

Bulan sampai didalam rumah langsung kaget karena ada Arlan.

"Bulan!"ucap Arlan melambaikan tangannya.
"Selamat siang"ucap Bulan mendekat lalu mengangguk hormat.
"Sini papah mau bicara sama kamu!" ucap Arlan dan Bulan duduk disamping Arlan.

Niko, Gina dan Surya menatap Bulan dengan dahi mengkirut karena bingung.

"Ada apa pah?"ucap Bulan.
"Ini papah ada undangan sama kamu! Papah harap kamu datang Bintang juga datang!"ucap Arlan memberikan sebuah undangan.
"Tapi pah..."ucap Bulan merasa tak pantas.
"Tolong datanglah papah juga mau ketemuin kamu sama mamah nantinya pasti dia seneng banget sama kamu"ucap Arlan memohon.
"Hmm... Baiklah"ucap Bulan karena Gina mengangguk supaya setuju.
"Terima kasih manis!"ucap Arlan dan Bulan mengangguk.
"Baiklah tuan dan nyonya pratama saya permisi!"ucap Arlan berdiri.
"Ya berhati hatilah!"ucap Niko dan Gina.

Niko mengantarkan Arlan sampai halaman rumah.

Gina dan Surya segera mendekat pada Bulan.

"Bagaimana bisa?"ucap Surya.
"Tuan Arlan papah temennya Bulan, waktu itu nggak sengaja ketemu dan dia sendiri yang suruh Bulan manggil dia papah, Bulan udah nolak tapi dia tetep kekeh maafin Bulan..." ucap Bulan.
"Nggak papa kamu masuk ganti baju terus makan siang! Kamu juga Surya!" ucap Gina.

Bulan dan Surya segera menuju kamarnya masing masing melakukan perintah Gina.

-⭐🌕⭐-

Malam harinya...

Gina dan Niko sedang ada dikamar mereka.

"Lebih baik kamu suruh Bulan jauh jauh dari keluarga Andreas Gina!" ucap Niko.
"Apa masalahnya Niko?"ucap Gina.
"Dia hanya akan menyoret nama baik keluarga kita Gina!"ucap Niko.
"Nik jangan berbicara seperti itu apa masalahnya dengan Bulan? Tuan Andreas menyukainya!"ucap Gina.
"Itu masalahnya Gina dia tak tau seperti apa Bulan itu!"ucap Niko.
"Jangan kamu rendahkan Bulan hanya dengan satu kekuranganya Niko!"ucap Gina.
"Aku sedang tak ingin berdebat!"ucap Niko lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!

BulBin (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang