Lo dia kan?🌟

87 3 0
                                        

Bulan berjalan jalan di sebuah taman lalu berhenti di stand es krim yang ada disana.

"Mba satu yang rasa coklat!"ucap Bulan bersaman dengan cewe yang baru datang di samping Bulan dan dia adalah Angit.

Bulan tersenyum tipis sedangkan Angit dengan raut wajah kaget.

"Kenapa gue harus ketemu sama dia?" batin Angit.

"Satu untuk mba! Satu untuk mba!" ucap penjual es krim dan mereka langsung menerima dan membayarnya.
"Sendirian?"ucap Bulan dan angit mengangguk.

Mereka berjalan berdampingan bukannya Angit mengikuti Bulan tapi arah parkiran sama dengan arah yang Bulan tuju.

"Nama kamu siapa? Aku Bulan!"ucap Bulan menyondorkan tangannya dan diterima oleh Angit.
"Angit!"ucap Angit.
"Kamu tinggal di Indonesia?"ucap Bulan setelah mereka melepas salamannya.
"Iya kalo lo?"ucap Angit.
"Dulu iya tapi selama lima tahun kemarin aku tinggal di luar negeri dan baru kembali beberapa hari yang lalu!"ucap Bulan.
"Kenapa?"ucap Angit kepo.
"Karena aku pergi berobat aku punya kanker jantung dulu!"ucap Bulan membuat tubuh Angit menegang.
"Terus sekarang udah sebuah?"tanya Angit menutupi kekagetannya.
"Alhamdullilah udah!"ucap Bulan.
"Bulan!"ucap Teo.

Tiba tiba Teo datang membuat Bulan menoleh sedangkan Angit membeku di tempatnya.

"Kenapa harus sekarang?"batin Angit.

"Hai Teo kenapa kesini? Nanti kalo ada wartawan gimana?"ucap Bulan.
"Tenang gue nggak akan ada yang ngenalin gue kok!"ucap Teo yang memakai masker dan juga topi.
"Bulan gue duluan ya?"ucap Angit melangkah pergi tapi tangannya di tahan Teo.
"Ada sesuatu yang gue mau omongin!" ucap Teo membuat Angit menoleh.
"Bulan gue duluan ya lo hati hati!"ucap Teo dan Bulan mengangguk.

Teo menarik Angit ke dalam mobilnya membuat Angit hanya bisa pasrah.

"Hai bubu!"ucap Bintang memeluk Bulan dari belakang.
"Kamu ngagetin aku!"ucap Bulan.
"Maaf makan yuk! Kamu pasti laper belum makan siang kan?"ucap Bintang dan Bulan mengangguk.

-⭐🌕⭐-

Teo membawa Angit ke apartemennya...

"Duduk!"ucap Teo membuka masker dan topinya.
"Gue nggak mau! Gue mau pulang!" ucap Angit.
"Duduk!"ucap Teo.
"Gue nggak mau lo tuli hah?!"ucap Angit tersulut emosi karena Teo tersenyum begitu manis kepada Bulan.

Bodo amat kalo dia mau di coret dari daftar fans Angit mencintai Teo tapi dia tak bodoh membiarkan hatinya hancur.

"Gue tau siapa lo sebenernya!"ucap Teo membuat Angit bingung.
"Manusia?"ucap Angit.

Teo mendekat pada Angit menarik tangan Angit hingga Angit menabrak dada bidangnya.

Jantung Angit terasa mau melompat dari tempatnya astaga.

"Lepa-"ucap Angit terpotong karena Teo memeluknya erat.
"Kenapa lo sembunyi selama ini?" ucap Teo membuat Angit membeku.
"Ma-maksud lo apaan sih?!"ucap Angit.
"Lo dia kan? Gue tau selama ini kepala gue hampir meledak cari tau siapa dia sebenarnya!"ucap Teo.

Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!

BulBin (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang