Hai author back!
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!
Happy reading...
Hanya ada satu kata di surat tersebut 'maaf' tanpa nama pengirim.
Tapi Bintang sangat yakin ini pasti Bulan yang mengirimnya.
Bintang meremas surat tersebut lalu melemparnya sembarang.
Bintang keluar dari kelas saat ini otaknya tak bisa diajak kerja sama percuma dia masuk kelas.
-⭐🌕⭐-
Teo duduk di rooftop sekolah menyenderkan badannya lalu menutup matanya menenangkan dirinya.
Brak!!
Pintu di buka secara kasar membuat Teo membuka matanya malas.
Teo sudah bisa tau siapa biangnya pasti Bintang siapa lagi?
"Berengsek!"umpat Bintang.
WOW! ini pertama kalinya bagi Teo mendengar seorang Bintang mengumpat setelah hampir 6 tahun mereka bersahabat.
"Tang lo kenapa?"ucap Teo ketika Bintang duduk di sampingnya.
"Dia jahat O!"ucap Bintang.
"Tang Bulan pasti-"ucap Teo tau maksud Bintang.
"Alasan? Hah maaf! Cuma maaf!"ucap Bintang.
"Maksud lo?"ucap Teo bingung.
"Bulan kirim surat dan tulisannya cuma ada satu kata yaitu maaf!"ucap Bintang.
"Cuma itu? Bulan nggak kasih tau dia ada dimana?"ucap Teo.
"Nggak! Aaarrggghhh!!!! Kenapa dia jahat banget sama gue?!!!"ucap Bintang mengacak acak rambutnya frustasi.
Dengan emosi yang menggebu gebu Bintang berlari pergi meninggalkan Teo.
Teo sudah memanggilnya berkali kali tetapi Bintang mengabaikannya.
"Lo dimana Lan? Semuanya jadi berantakan karena lo ngilang kek gini!"batin Teo.
Teo segera berlari menyusul Bintang takut Bintang melakukan hal bodoh nantinya.
-⭐🌕⭐-
Bintang mengemudikan mobilnya dengan cepat bahkan terlalu cepat.
Bintang tak dapat berpikir jernih dia bisa membahayakan dirinya sendiri.
Sedangkan Teo mengendarai motornya menhikuti Bintang yang kebut kebutan tak jelas.
Bintang menghentikan mobilnya mobilnya ditempat pertama kali dia bertemu Bulan.
Pertama kalinya dia melihat senyum manis dari bibir Bulan.
Bintang duduk di bawah pohon menatap sekeliling tempat ini begitu sepi.
Sekarang tak ada seorang pun yang lewat kesepian Bintang benci ini.
"Kamu jahat Lan!"
"Apa salah ku?"
"Kenapa kamu pergi begitu saja?"
"Apa kamu nggak pikirin gimana aku nantinya?"
"Aku hancur Lan..."
"Hati ku benar benar hancur sekarang Lan..."
"Tolong kembalilah..."
"Aku takut Lan..."
"Aku takut tak bisa melihatmu lagi..."
"Aku sangat takut Lan..."
"Kumohon kembalilah..."
Bantin Bintang menangis.
Teo memperhatikan Bintang dari atas motornya menatap sendu sahabatnya itu.
"Gue nggak nyangka lo secinta ini sama Bulan Tang... Ya Allah tolong kembalikan Bulan pada Bintang hamba ikhlas ya Allah. Tolong biarkan mereka berbahagia hamba tak tega melihat sahabat hamba sedih seperti ini ya Allah!"batin Teo memohon.
Ini adalah sesuatu yang sangat menyakitkan! Kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidupmu entah itu kekasih, orang tua, sahabat maupun yang lainnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
Teen FictionCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
