Angit berjalan menghentak hentakan kakinya saat masuk ke rumah langsung mendapat tatapan bingung dari papih, mamih dan sepupunya Soni.
"Kok kamu udah pulang?!"ucap Elang.
"Huaaa... Mamih..."ucap Angit menangis lalu langsung memeluk Loli.
"Kamu kenapa?"ucap Loli.
"Hiks.. Huaaa....."Angit tak menjawab malah terus menangis.
"Mel dia kenapa?"ucap Elang.
"Ma-maaf tuan saya juga tak mengerti tiba tiba nona menangis dan ingin pulang"ucap Meli.
"Lo kenapa Ngit?"ucap Soni mendekat pada Angit.
"Son... Huaaa..... Huaaa.... Hiks... Hiks..."ucap Angit membuat semuanya bingung dan panik.
-⭐🌕⭐-
Bulan menatap lekat Bintang di sampingnya sekarang mereka dalam perjalanan pulang.
"Kenapa juga aku harus amnesia sih? Aku nggak inget apa apa tentang kamu Tang..."batin Bulan.
Bintang menoleh pada Bulan yang menatapnya sebentar.
"Kenapa?"ucap Bintang membuat Bulan kaget.
"Ah-anu nggak papa kok hehe..."ucap Bulan menggaruk pelipisnya.
Bintang tersenyum manis dia sangat sangat senang karena Bulan sudah kembali walaupun Bulan tak mengingatnya.
"Makasih!"ucap Bintang.
"Buat apa?"ucap Bulan.
"Karena udah kembali"ucap Bintang membuat Bulan tersenyum dan mengangguk.
"Tang!"ucap Bulan.
"Ya kenapa?"ucap Bintang.
"Makasih!"ucap Bulan.
"Makasih?"ucap Bintang menaikkan satu alisnya.
"Karena udah mau nerima aku apa adanya"ucap Bulan membuat Bintang tersenyum.
"Kamu nggak tau seberapa beruntungnya aku karena udah dipertemukan lagi sama kamu!"ucap Bintang mengusap lembut kepala Bulan.
-⭐🌕⭐-
Sesampainya di rumah Bulan...
"Bunda!"ucap Bulan berjalan digandeng oleh Bintang.
"Bulan?"ucap Gina.
"Bintang?"ucap Niko.
"Hai om! Tante! Apa kabar?"ucap Bintang tersenyum manis.
"Baik kamu?"ucap Niko menghela nafas lega.
"Baik om!"ucap Bintang.
"Kamu tau keadaan Bulan sekarang?" ucap Niko dan Bintang mengangguk.
"Bulan..."ucap Gina membuat bulan menoleh.
"Kenapa bun?"ucap Bulan.
"Kamu ingat Bintang?"ucap Gina dan Bulan menggeleng pelan.
"Bintang nggak papa kok Tan! Om asalkan Bulan ada di samping Bintang, Bintang bersyukur banget!" ucap Bintang membuat Niko dan Gina tersenyum.
Bulan menatap lekat Bintang di sampingnya matanya berkaca kaca.
"Kenapa aku tak bisa mengingatnya Ya Allah... Padahal dia orang yang ku cintai dan mencintaiku begitu dalam..."batin Bulan.
"Hei kamu kenapa?"ucap Bintang mengusap pipi Bulan dan Bulan menggeleng.
"Aku cuma nggak nyangka Allah kirim orang sebaik kamu buat aku..."ucap Bulan membuat Bintang, Niko dan Gina tersenyum.
"Kenapa enggak kamu juga orang yang baik! Baik banget malah!"ucap Bintang mengusap kepala Bulan.
Sekarang hanya ada Bintang dan Niko diruang tamu.
"Bulan kami pindahkan ke luar negeri karena pengobatannya lebih canggih dari pada di Indonesia!"
"Disana Bulan mendapatkan donor jantung tapi setelah melakukan transfer jantung tersebut Bulan koma selama 5 Bulan!"
"Dan saat dia bangun dia tak mengingat apa apa termasuk namanya sendiri!"
Jelas Niko.
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
JugendliteraturCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
