Bingung!🌟

78 3 0
                                        

Bulan menatap langit langit di ruang inapnya.

Disana ada ayah, bunda dan kakaknya tetapi dia merasa ada yang kurang.

"Bulan..."ucap Gina mengusap kepala Bulan membuat Bulan menoleh padanya.
"Ya bun..."ucap Bulan.
"Kenapa hm? Kamu butuh sesuatu?" ucap Gina.
"Nggak kok bun cuma ngerasa ada yang kurang bun..."ucap Bulan membuat Gina bingung.
"Maksud kamu apa?"ucap Gina.
"Entahlah bun-"ucap Bulan terhenti karena tiba tiba ada yang membuka pintu dan itu adalah Bintang.
"Bintang..."gumam Bulan.

Semua padangan di ruangan tersebut tertuju pada Bintang dan dibelakangnya ada Arlan dan Sintia.

"Maaf apakah kami mengganggu?" ucap Arlan.
"Ahh... Tidak tuan Andreas silahkan..." ucap Niko.

Andreas family's langsung masuk dan duduk di sofa yang ada disana.

"Bagaimana keadaan kamu Bulan?" ucap Sintia.
"Baik bun..."ucap Bulan tersenyum tipis.

"Baik?"batin Bintang.

"Kami sudah tau semuanya!"ucap Arlan membuat Pratama family's menundukkan kepalanya.
"Maafkan kami..."ucap Niko.
"Papah maaf ini salah Bulan jangan salahin keluarga Bulan papah..."ucap Bulan.
"Bulan..."ucap Sintia dengan mata berkaca kaca.
"Ini salah Bulan maaf seandainya Bulan nggak pernah ada di dunia ini..."ucap Bulan dan Gina segera memeluk putrinya itu.

Bintang mengepalkan telapak tangannya menahan marah lalu tiba tiba berdiri dan langsung pergi tanpa sepatah kata apapun.

"Bintang!"ucap Sintia mengejar putranya.

-⭐🌕⭐-

Bintang berlari menuju sebuah lorong  yang sepi dia menundukkan kepalanya.

"Bintang!"ucap Sintia membuat Bintang menoleh padanya.
"Mamah..."lirih Bintang langsung memeluk Sintia.
"Kuatin diri kamu sayang mamah tau ini susah..."ucap Sintia mengusap usap punggung Bintang.
"Hiks... Mamah Bintang takut mah..." ucap Bintang.

Teo memperhatikan adegan tersebut sedari tadi hatinya merasa sakit melihat sahabatnya tersakiti.

Bintang yang selalu kuat saat ini menangis dengan tersedu sedu nya. Lalu Teo berbalik arah menuju ruangan Bulan.

"Bintang nggak tau harus gimana ngadepin Bulan mah..."ucap Bintang melepas pelukannya.

-⭐🌕⭐-

Di ruangan Bulan...

Bulan hanya duduk membaca novelnya sekarang dia sendirian.

Bunda sedang pulang sebentar, Ayah sedang ke kanntor dan Kakaknya sedang ke kampus.

"Bosen..."gumam Bulan menutup novelnya celingukan kanan dan kiri.

Ceklek.

Pintu terbuka dan Bulan segera menoleh dan betapa kagetnya saat yang berdiri disana adalah Bintang.

Bintang mendekat pada Bulan dengan wajah datar nya dan Bulan terus menatapnya.

Bintang duduk di dekat Bulan menatap lekat Bulan.

Mata Bulan sudah berkaca kaca dan dia tersenyum tipis pada Bintang.

"Maaf..."
"Maafin aku..."
Lirih Bulan.

Bintang menutup matanya sebentar menenangkan dirinya.

"Kamu jahat..."ucap Bintang.
"Hmm... Aku tau"ucap Bulan.
"Apa yang kamu pikirin Lan?"ucap Bintang kesal.








Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!

BulBin (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang