Angit menatap tak percaya Teo di depannya sekarang.
"Ber-bercanda lo nggak lucu! Kita bahkan nggak saling kenal!"ucap Angit.
"Gue nggak bercanda gue suka lo! Lo selalu ada di saat gue suka ataupun duka! Walaupun lo nggak pernah nampakin diri lo!"ucap Teo benar benar membuat Angit tak percaya.
Cinta Angit tak bertepuk sebelah tangan! AKHIRNYA! AKHIRNYA!.
"Gua suka lo! Lo mau nggak jadi pacar gue?"ucap Teo membuat Angit melongo.
"Ha-hah?"ucap Angit.
"Mau nggak lo jadi pacar gue?"ucap Teo.
Lidah Angit terasa kelu dia tak bisa berkata apa apa otaknya langsung kosong.
"Ngit..."ucap Teo mengusap pipi Angit membuat Angit tersadar.
"Hmm?"gumam Angit.
"Gimana?"ucap Teo. Teo benar benar sudah jatuh cinta pada Angit.
Angit adalah seseorang yang sangat berarti bagi Teo, dia segalanya bagi Teo.
Angit orang pertama yang membantunya ketika Teo terjatuh.
Walaupun dia hanya mengirim surat ataupun bunga dan kado untuknya.
"Gue cinta sama lo!"ucap Teo.
"Teo gue..."ucap Angit.
"Gue tau lo juga cinta beratkan sama gue!"ucap Teo memeluk erat Angit.
"Dasar!"ucap Angit memukul dada Teo.
"Jangan pergi kemanapun ya... Gue cuma punya lo di dunia ini..."ucap Teo dan Angit mengangguk.
"Boleh gak sih gue pingsan? Gue masih nggak percaya yang terjadi ini!"ucap Angit mendongak menatap Teo.
"Jangan lo berat!"ucap Teo terkekeh dan Angit mengerucutkan bibirnya kesal.
-⭐🌕⭐-
SATU BULAN KEMUDIAN
Bulan dan Bintang sedang duduk di sebuah taman.
"Bubu! Aku mau jujur sama kamu!" ucap Bintang.
"Jujur apa?"ucap Bulan.
"Aku mau kasih tau sesuatu sama kamu!"
"Aku..."
Bintang menggantungkan perkataannya menatap lekat Bulan di depannya.
"Nikah yuk?"ucap Bintang membuat Bulan kaget tentu saja.
"Hah?"ucap Bulan.
"Kamu udah ingat semua tentang kita Lan..."
"Aku nggak mau kehilangan kamu lagi..."
"Aku mau mengikat kamu untuk selama lamanya..."
"Will you marry me?"
Ucap Bintang.
Bulan mematung dia memang sudah memiliki ingatannya kembali.
"Bintang kamu serius?"ucap Bulan.
"Sepuluhrius malah! Aku nggak pernah seserius ini!"ucap Bintang.
Bulan mengalihkan pandangannya dari wajah Bintang yang berlutut di depannya.
"Kenapa Lan?"ucap Bintang.
"Aku nggak bisa..."ucap Bulan membuat Bintang membeku.
"Lan-"ucap Bintang.
"Nggak bisa nolak kamu maksudnya!" ucap Bulan menatap Bintang dengan senyum senangnya.
"Jadi?"ucap Bintang.
"Jadi apa?"ucap Bulan.
"Kamu mau nikah sama aku?"ucap Bintang.
Bulan menganggukkan kepalanya.
"Yes i will! Bintang!"ucap Bulan.
"Makasih banyak bubu!"ucap Bintang memeluk erat Bulan.
"Makasih udah nungguin aku selama ini Bintang..."ucap Bulan.
"Iya dan makasih sudah mau kembali..."ucap Bintang.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
Teen FictionCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
