Niko mengantarkan Bulan ketempat pertemuan Bulan dengan Sintia.
"Apa ayah nggak marah kalo aku deket sama keluarga Andreas?"ucap Bulan.
"Ayah nggak mau egois lagi lakuin apa yang kamu mau ayah nggak bakal ngekang kamu lagi!"ucap Niko mengusap kepala Bulan.
"Makasih ayah!"ucap Bulan.
"Sama sama! Masuklah ayah pergi ya kalo mau jemput telfon ayah aja!"ucap Niko.
"Iya yah dah... Ayah hati hati!"ucap Bulan dan Niko mengangguk.
Bulan masuk kedalam gedung tersebut lalu matanya langsung tertuju pada Bintang.
"Bintang?"lirih Bulan.
Bulan menelan salivanya Bintang berjalan ke arahnya sekarang ini.
"Dari tadi aku nyariin kamu"ucap Bintang tepat didepan Bulan.
"Maaf apa aku telat?"ucap Bulan.
"Nggak ayuk ikut aku!"ucap Bintang segera menarik Bulan.
-⭐🌕⭐-
Bulan sudah mengganti pakaiannya lalu menatap dirinya dicermin.
"Bagus banget"gumam Bulan.
"Kamu cantik!"ucap Bintang dibelakang Bulan.
Bulan menatap manik Bintang melalui pantulan dicermin.
"Makasih"ucap Bulan tersenyum tipis.
"Bulan!"ucap Sintia.
"Iya mah"ucap Bulan membalikkan badannya.
"Kamu benar benar cantik pasti semuanya kagum sama kamu!"ucap Sintia.
"Makasih mah"ucap Bulan.
"Ayuk acara akan dimulai!"ucap Sintia menggandeng Bulan dan mulai melangkah.
"Kamu jangan kabur Bintang!"ucap Sintia.
"Nggak mah"ucap Bintang tersenyum tipis.
Mamahnya memang peka sekali terhadap dirinya Bintang tak suka acara seperti ini tapikan ada Bulan jadi dia akan mengikutinya.
-⭐🌕⭐-
Bintang duduk bersebelahan dengan Arlan dan juga Sintia dibarisan paling depan.
"Selamat malam tuan dan nyonya! Selamat datang di acara fashion show ANDREAS GROP! Baiklah tanpa lama lagi kita akan memulai acara ini! Selamat menikmati!" ucap sang Mc.
Bintang langsung menatap panggung melihat para model yang saling berjalan diatas panggung.
Pakaian mereka benar benar bagus Sintia benar benar desainer yang hebat.
Dan waktunya Bulan semuanya menatap Bulan kagum, Bulan mengembangkan senyum manisnya.
Matanya Bintang tak berkedip menatap Bulan diatas panggung.
Akhirnya acaranya selesai juga semua bajunya sudah habis terjual benar benar hebat.
Bulan baru saja keluar dari gedung langsung disambut oleh keluarga Andreas.
"Bulan!"ucap Arlan membuat Bulan mendekat padanya.
"Selamat malam"ucap Bulan menunduk hormat.
"Malam!"ucap Arlan dan Sintia.
"Kamu pulang sama siapa?"ucap Bintang.
"Ayah lagi kesini"ucap Bulan.
"Lebih baik kamu temenin Bulan sampe ayahnya dateng!"ucap Sintia.
"Iya papah sama mamah pulang dulu ya!"ucap Arlan.
Bulan dan Bintang mengangguk lalu Arlan dan Sintia pergi.
"Kalo kamu mau pu-"ucap Bulan.
"Nggak kok!"ucap Bintang lalu duduk disebuah bangku di dekat nya.
Bulan juga duduk disebelah Bintang menatap wajah Bintang.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
Teen FictionCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
