Teo berjalan menelusuri pantai bersama dengan Bulan.
"Lan..."ucap Teo berhenti melangkah membuat Bulan berhenti juga.
"Kenapa?"ucap Bulan.
"Mau gue gendong?"ucap Teo membuat dahi Bulan mengkerut.
"Nggak usah Teo aku berat"ucap Bulan.
"Berat apanya orang badan kayak lidi gitu!"ucap Teo sambil terkekeh dan Bulan segera memukul lengan Teo.
"Aku nggak sekurus itu!"ucap Bulan.
"Haha... Iya gue cuma bercanda kok ayuk naik!"ucap Teo berjongkok membelakangi Bulan.
"Teo nggak usah..."ucap Bulan.
"Naik atau mau gue lempar ke laut?" ucap Teo.
"Ancemanya ngeri banget..."ucap Bulan naik kepunggung Teo memeluk leher Teo.
Teo berdiri lalu mulai melangkah melanjutkan jalan jalan mereka.
"Laper? Apa mau minum?"ucap Teo.
"Nggak tapi mau kalo minum haus soalnya"ucap Bulan.
"Lo suka es kelapa muda?"ucap Teo.
"Suka"ucap Bulan.
"Ya udah kita mampir dulu kesana!" ucap Teo menunjuk sebuah tempat penjual es kelapa muda.
"Oke"ucap Bulan.
Mereka duduk meminum es kelapa muda masing masing sambil menatap indahnya pantai.
"Kesini sendiri?"ucap Teo dan Bulan menggeleng.
"Kak Surya"ucap Bulan.
"Terus sekarang mana?"ucap Teo.
"Pergi bentar nanti katanya kesini lagi jemput aku kalo kamu sendiri?"ucap Bulan dan Teo menggeleng.
"Nggaklah kan sama lo"ucap Teo tersenyum tipis sedangkan Bulan menggeleng gelang kan kepalanya.
"Dasar"gumam Bulan.
"Dasar apa? Dasar gue ganteng huh?" ucap Teo tersenyum menyebalkan membuat Bulan menatap tak percaya Teo.
"Dasar aneh!"ucap Bulan kesal.
"Gue aneh? Dari mananya?"ucap Teo.
"Semua kelakuan kamu aneh tiba tiba baik tiba tiba juga cuek bikin aku bingung tau nggak?!"ucap Bulan.
"Asal lo tau perasaan gue sebenernya Lan.. Gue sayang sama lo..."batin Teo.
Teo tersenyum manis membuat Bulan semakin bingung.
"Biasain sama sifat gue yang berubah ubah ya?"ucap Teo mengusap kepala Bulan.
"Maksud kamu?"ucap Bulan.
"Nggak tau juga hehe..."ucap Teo terkekeh.
"Tuh kan kamu aneh!"ucap Bulan membuat Teo tertawa dan Bulan mendengus kesal apa yang lucu coba?
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka sedari tadi.
Orang itu adalah Bintang ya Bintang melihat semuanya dan itu membuat hatinya sakit.
Kedekatan Bulan dan Teo tak bisa diterima oleh hatinya.
"Kenapa ya Allah?"
"Kenapa harus sahabatku sendiri?"
"Apa tak ada orang lain? Kenapa harus sahabatku?"
"Ini terlalu menyakitkan ya Allah..."
"Aku sangat mencintainya ya Allah tak bisakah kau menjadikannya milikku?"
"Aku mohon..."
"Aku tak tau apa yang harus aku perbuat jika mereka benar benar ditakdirkan besama sama ya Allah..."
"Ku mohon jangan... Biarkanlah aku egois kali ini demi kebahagiaanku ya Allah..."
Ucap Bintang lalu pergi pulang kerumahnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!
KAMU SEDANG MEMBACA
BulBin (END)
Novela JuvenilCERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembal...
